Gegara Virus Corona, Pembangunan RSUD Soreang Molor

Gegara Virus Corona, Pembangunan RSUD Soreang Molor
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pembangunan RSUD Soreang molor dari target yang telah ditentukan pada November 2020. Target rampungnya pembangunan mundur hingga 15 Desember 2020.

Direktur RSUD Soreang Iping Suripto mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi penyebab keterlambatan pencapaian progres pembangunan fisik.

"Ini murni karena ada pandemi virus corona. Bukan dibuat-buat. Jadi memang di  April dan Mei ada deviasi minus progres," kata Iping di saat meninjau pembangunan RSUD Soreang, Rabu (10/6/2020).

Akibat pandemi virus corona,  kata Iping, ada adendum untuk penambahan waktu pembangunan. Meski demikian, target pencapaian hingga rampungnya pembangunan tidak terlalu molor.

Iping menjelaskan, jika anggaran pembangunan RSUD Soreang aman. Tidak digeser maupun di refocusing. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Untuk anggarannya aman. Pemerintah pusat tidak menggeser anggaran kesehatan dan pendidikan untuk digunakan penanganan Covid-19," ujarnya.

Penyebab terjadinya molornya target rampung pembangunan akibat pandemi. Mengakibatkan adanya pengurangan pegawai hingga suplai barang yang terkendala akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pekerjaan dioptimalkan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Hanya memang suplai barang memang sedikit terlambat. Jadi menghambat pencapaian target," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi menuturkan, progres pembangunan fisik RSUD Soreang sudah mencapai 42 persen. Mengenai molornya waktu, kata dia, hanya 5 persen atau sekitar satu bulan dari rencana sebelumnya.

Fahmi optimistis pembangunan RSUD Soreang bisa selesai pada 15 Desember tahun ini. Hal ini ditunjang dengan anggaran yang tidak terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

"Memang harapan awal itu selesai pada November. Tapi setelah kami tinjau dan berdiskusi ada apa kok molor, ternyata memang murni akibat Covid-19," katanya.

Komisi D,  lanjut Fahmi, terus mendorong agar ke depan pencapaian pembangunan RSUD Soreang tidak akan molor lagi. Sebab, hadirnya rumah sakit sangat penting sebagai pelayanan dasar kesehatan yang wajib di suatu daerah.

"Apalagi ini digadang-gadang sebagai rumah sakit dengan tingkat pelayanan yang sangat baik. Kami berharap bisa segera difungsikan untuk masyarakat," ujarnya. (Dani R Nugraha)