Ini Upaya Pemkab Bogor Cegah Pasar Tradisional Jadi Klaster Baru Covid 19

Ini Upaya Pemkab Bogor Cegah Pasar Tradisional Jadi Klaster Baru Covid 19
Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Setelah Pasar Cileungsi menjadi klaster penyebaran wabah virus corona (covid 19) dengam jumlah kasus mencapai 26, Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor bersama PD Pasar Tohaga terus berupaya melaksanakan test masif baik rapid maupun swab test covid 19.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PD Asar Tohaga yaitu Haris Setiawan bahwa test masih baik rapid maupun swab test  covid 19 dilakukan demi memastikan bahwa 29 pasar tradisional atau rakyat lainnya tidak menjadi klaster baru wabah covid 19. 

"Hari ini pedagang Pasar Cileungsi maupun keluarganya masih menjalani rapid dan swab test lanjutan, ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada lagi tambahan kasus penyebaran wabah covid 19 di Pasar Cileungsi," kata Haris kepada wartawan, Rabu (10/6).

Warga asli Kecamatan Leuwiliang ini menerangkan selain di Pasar Cileungsi, pedagang di Pasar Parungpanjang, Pasar Cisarua dan Pasar Parung juga sudah menjalani rapid dan swab test covid 19.

"Di Pasar Parungpanjang, Pasar Cisarua dan Pasar Parung juga kami lakukan rapid dan swab test kepada para pedagang maupun pengelola pasar rakyat tersebut, Alhamdulillah hasilnya negatif covid 19," terangnya.

Haris menuturkan dalam waktu dekat, Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor bersama PD Pasar Tohaga dan Badan Intelejen Nasional (BIN) juga akan merapid atau swab test pedagang, pengunjung dan pengelola Pasar Cibinong.

"Harusnya pedagang, pengunjung dan pengelola Pasar Cibinong itu dirapid atau swab test pada Selasa (9/6) kemarin, namun karena kendaraan rapid dan swab testnya masih di luar kota maka pelaksanaannya akan kami jadwal ulang," tutur Haris.

Demi kesehatan dan keselamatan semua pihak ketika berada di pasar tradisional, ia menjelaskan bahwa sejak beberapa waktu lalu Divisi Pengamanan  Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor terus melakukan patroli.

"Protokol kesehatan dan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di seluruh pasar tradisional sudah kami lakukan, Divisi Pengamanan  Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor terus melakukan patroli namun kami akui masih ada yang kucing - kucingan misalnya ketika ada kami mereka memakai masket dan ketika kami tidak ada lagi dilepas itu masker dengan alasan sesak," jelasnya.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor terus melakukan patroli Syarifah Sopiah Dwikorawati melanjutkan terus meningkatnya cluster penyebaran wabah covid 19 di Pasar Cileungsi salas satunya karena lamban keluarnya hasil swab test.

"Hasil swab test pedagang Pasar Cileungsi waktu awal agak lambat keluarnya sementara langkah isolasi baru bisa kita lakukan setelah adanya hasil positif Polymerase Chain Reaction (PCR) swab testnya hingga para pedagang yang positif terpapar wabah covid 19 masih bisa berdagang dan aktivitas lainnya. Lambatnya pengujian PCR swab test ini karena terbatasnya laboratarium penguji PCR swab test tersebut dan hal ini sudah menjadi masalah nasional termasuk Kabupaten Bogor," lanjut Syarifah. (Reza Zurifwan)