Kasus Positif Corona di Bogor Melonjak, 3 ASN Positif, Sekda Jadi ODP

Kasus Positif Corona di Bogor Melonjak, 3 ASN Positif, Sekda Jadi ODP
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Lonjakan kasus positif covid-19 di Kota Bogor akhirnya terjadi. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Rabu (10/6/2020) sore WIB mengumumkan adanya penambahan 16 kasus baru.

Penambahan ini terbilang mengejutkan. Pasalnya sebelumnya, Kota Bogor mengalami stagnasi penambahan kasus selama delapan hari

"Ada penambahan beberapa waktu lalu dua positif, kemudian selang tiga hari ada penambahan dua lagi. Tapi hari ini merupakan angka tertinggi selama pandemi Covid-19 Kota Bogor. Kami sejak semalam melakukan kajian untuk membedah kasus ini untuk mengetahui penyebab utama lonjakan ini," ungkap Bima kepada wartawan.

Bima melanjutkan, kesimpulan yang pertama , sebagian besar kasus positif Covid-19 ini berasal dari rumah sakit. Itu dari catatan Pemkot Bogor penularan ada dari tiga rumah sakit, berarti ada beberapa kasus yang sumbernya sama yaitu dari rumah sakit.

"Artinya ini ditularkan dari rumah sakit dan tenaga medis. Kemudian yang kedua penularan terjadi diluar Kota Bogor, ada beberapa kasus positif itu sumbernya dari luar Kota Bogor. Saat ini tengah didalami atau dilakukan tracking untuk mengetahui pementaan secara menyeluruh," tuturnya.

Bima mengungkapkan kasus positif yang ditularkan melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor yang kemudian menularkan ke keluarganya. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah cepat, memastikan sistem surveilans bekerja dengan mendata semua Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang ada karena kasus ini.

"Kemudian saya perintahkan, kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk melakukan audit kepada seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Kota Bogor. Tidak saja rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor tapi juga rumah sakit lain, agar dipastikan memiliki protokol kesehatan yang memadai. Jangan sampai jadi tempat penularan Covid-19," jelasnya.

Bima membeberkan, jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 ada 59 kasus, 21 dirawat dirumah sakit dan 38 isolasi mandiri. Pemkot Bogor memutuskan seluruh kasus positif tidak isolasi mandiri tapi diisolasi di RSUD Kota Bogor agar lebih mudah melakukan pengawasan. Apabila isolasi mandiri dikhawatirkan tidak terpantau dengan maksimal.

"Insya Allah tempatnya memadai dan sangat siap serta kapasitasnya cukup. Akan melakukan pengawasan ketat dan memberlakukan secara ketat protokol kesehatan di kantor-kantor pemerintahan dan BUMD Kota Bogor. Seluruh kantor pemerintahan akan dipastikan lagi memiliki standar protokol kesehatan yang memadai. Kejadian ini agar kita lebih waspada lagi dan disiplin lagi. Walaupun sudah landai tapi memungkinkan ada lonjakan apabila kita tidak waspada. Obat Covid-19 hanya tiga yaitu masker, jaga jarak dan cuci tangan. Disiplin kita adalah vaksin kita," bebernya.

Bima menegaskan, bahwa ASN yang berinteraksi langsung dengan ASN positif Covid-19 otomatis masuk kategori ODP dan harus isolasi mandiri. Untuk yang ASN positif ada tiga, tapi ada ASN yang menularkan keluarganya. 

"Kategori ODP menjali isolasi 14 hari tidak masuk kerja dan diawasi oleh RW siaga. Temuan kami kali ini tidak berbasis wilayah. Beberapa kasus bersumber dari perkantoran di Balai Kota Bogor," tegasnya.

Saat ditanyakan, apakah mall akan kembali diundur pembukaannya, Bima menekankan, rencana itu disesuaikan dengan status Kota Bogor, selama zona kuning berjalan dengan skenario itu. 

"Kita tetap sesuaikan, pembukaan mall tetal berjalan kalau belum ada perubahan status, karena perubahan status itu dilihat secara keseluruhan, bukan karena satu dua hari kondisinya. Karena itu kami akan lebih maksimalkan swab dan akan dibantu provinsi Jawa barat akan masuk ke wilayah tertentu. Oh iya, ini jga ada tenaga medis di rumah sakit yang diduga terpapar di rumah sakit," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor berstatus ODP pasca berinteraksi dengan salah satu ASN Pemkot Bogor yang positif Covid-19. Saat dikonfirmasi, Ade membenarkan jika dirinya akan mengikuti swab test Kamis (11/6/2020).

"Insya Allah besok (test swab-red)," singkat Sekda.