Pemuda Ini Yakin, Bertani Disinari Matahari Akan Tangkal Covid-19

Pemuda Ini Yakin, Bertani Disinari Matahari Akan Tangkal Covid-19

INILAH, Jayawijaya - Kegiatan bertani disinari matahari pagi diyakini menangkal penyebaran virus Corona selain memakai masker; jaga jarak; cuci tangan dan hindari kerumunan.

Pendekatan itu dilakukan penyuluh pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengajak pemuda setempat memanfaatkan lahan Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] milik BPP Musatfak bagi pengembangan program Pekarangan Pangan Lestari [P2L].

Koordinator BPP Musatfak, Ruben Willi mendorong pemuda dari Orang Muda Katolik [OMK] Paroki yang meliputi 10 kampung di Kecamatan Musatfak, untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di tengah pandemi Covid-19 melalui pengembangan P2L.

Caranya? Ruben Wili mengajak pemuda di Distrik Musatfak memanfaatkan lahan BPP Musatfak seluas satu hektare untuk menanam pisang, ubi jalar, talas, kacang tanah dan tanaman sayuran mendukung program P2L yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Corona juga melanda Papua khususnya di Jayawijaya, namun pandemi Covid-19, memicu semangat kami untuk mendorong pemuda bertani seperti diinstruksikan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Bertani itu menyehatkan tubuh dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri," kata Ruben Willi sebagaimana disampaikan Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP], Rabu [10/6/2020].

Menurutnya, meskipun jumlah penyuluh BPP Mutsafak hanya didukung dua PNS dan seorang tenaga honorer, tetap bersemangat mendukung pemuda setempat menanam tanaman pangan lokal dan sayuran di lahan milik BPP, untuk dikonsumsi dan kelebihan produksi dapat dijual kepada pedagang setempat.

"BPP Mutsafak juga melakukan kegiatan penyuluhan pertanian seperti kaji terap pemupukan berimbang, tatap muka ke wilayah binaan pada 10 kampung, pelatihan di BPP dan pemanfaatan lahan BPP sebagai percontohan," kata Ruben Willi, Penyuluh Teladan Nasional 2012.

Dia juga mengembangkan green house secara swadaya untuk menanam tanaman obat (herbal) atau empon-empon seperti jahe dan kunyit serta strawberry untuk pembelajaran dan percontohan di BPP Musatfak.

Penyuluh Pusat di Kementerian Pertanian RI, Siti Nurjanah mengatakan bahwa upaya dan komitmen BPP Musatfak merupakan implementasi dari kebijakan dan program Mentan Syahrul Yasin Limpo meningkatkan tugas pokok dan fungsi BPP sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani] di tingkat kecamatan sebagai locust pembangunan pertanian.

"BPP selaku KostraTani adalah garda terdepan pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menangkal krisis pangan di era pandemi Covid-19," kata Mentan Syahrul seperti dikutip Siti Nurjanah.

Arahan serupa dikemukakan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa krisis pangan dapat kita tangkal dari pengembangan pekarangan sebagai P2L, dengan menitikberatkan pada pemberdayaan kelompok masyarakat. [Inilahcom]