Ratusan Pedagang Pasar Cileungsi Tolak Rapid Test, Ternyata Ini Penyebabnya

Ratusan Pedagang Pasar Cileungsi Tolak Rapid Test, Ternyata Ini Penyebabnya

INILAH, Cileungsi - Puluhan hingga ratusan pedagang Pasar Cileungsi mengusir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor yang ingin melaksanakan rapid dan swab test wabah virus corona.

Banyak faktor yang menyebabkan para pedagan menolak rapid dan swab test salah satunya tidak adanya konfirmasi kedatangan Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor kepada pedagang maupun pengelola Pasar Cileungsi.

"Kabar berita bahwa Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor sudah mengkonfirmasi akan datang kembali untuk melaksanakan rapid dan swab test itu bohong, karena tidak ada konfirmasi para pedagang pun mengambil sikap tegas yaitu mengusir mereka dari Pasar Cileungsi," kata Ujang Rasmadi, Staf Humas dan Keamanan Pasar Cileungsi kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Ia menambahkan bahwa para pedagang kecewa kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor karena para pedagang sudah dua kali ditest rapid dan swab pada 14 dan 31 Mei lalu hasilnya terbilang rancu.

"Kami tak ingin hasil rapid dan swab test kembali rancu karena pedagang buah dan anaknya yang sebelumnya diklaim terpapar wabah covid 19 ternyata ia sakit diabetes dan lambung yang akut, itu diketahui dari hasil laboratariumnya. Lebih baik data pedagang yang benar - benar terpapar wabah covid 19 itu dibuka hingga kami yakin itu benar terjadi dan bukan asal klaim covid 19,"  tambahnya.

Ujang menuturkan akibat simpang siur data pedagang Pasar Cileungsi yang dikabarkan terpapar wabah covid 19, okset para pedagang pun anjlok karena minimnya pembeli.

"Akibat simpang siur Pasar Cileungsi yang menjadi klaster wabah covid 19, kondisi Pasar Cileungsi ini sangat sepi hingga para pedagang sangat anjlok omsetnya, bahkan ada karyawan berjenis kelamin pria yang disuruh pindah kontrakan dan ada juga karyawan wanita yang tidak dinafkahi batin oleh suaminya karena mereka sehari-hari kerjanya di Pasar Cileungsi," tutur Ujang. (reza zurifwan)