Gugus Tugas Covid-19 Bogor 'Diusir' Pedagang Cileungsi, Ini Kata Jokowi

Gugus Tugas Covid-19 Bogor 'Diusir' Pedagang Cileungsi, Ini Kata Jokowi

INILAH, Bogor – Penolakan rapid test yang dilakukan ratusan pedagang Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, ternyata mendapat tanggapan dari Jokowi. Apa katanya?

Mengggapi diusirnya Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor oleh para puluhan hingga ratusan pedagang Pasar Cileungsi, Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Bogor, Joko Widodo menjelaskan jajarannya tidak bisa berbuat banyak jika kepada masyarakat yang menolak rapid dan swab test wabah Covid-19.

“Tidak ada aturan yang bisa 'memaksa' masyarakat untuk mengikuti rapid dan swab test hingga kita tidak bisa memberikan sanksi. Oleh karena itu PD Pasar Tohaga harusnya membuat surat edaran atau peraturan bagi pedagang yang belum memiliki surat sehat dari wabah Covid-19, maka tidak boleh dahulu berdagang,” jelas Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini melanjutkan Dinas Kesehatan harusnya juga sering turun sosialisasi pentingnya rapid dan swab test baik kepada pedagang maupun masyarakat luas.

"Kepada para pedagang maupun masyarakat harusnya diberi pemahaman bahwa dengan jelasnya kondisi kesehatan mereka dari wabah Covid-19 maka keluarga mereka aman dari virus sangat menular tersebut, selain juga ada sosialisasi baha jangan ada pengucilan kepada penderita wabah covid 19 hingga para penderita ini tidak takut apabila benar - benar tertular wabah covid 19,” lanjutnya. 

Puluhan hingga ratusan pedagang Pasar Cileungsi mengusir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor yang ingin melaksanakan rapid dan swab test wabah virus corona.

Banyak faktor yang menyebabkan para pedagan menolak rapid dan swab test salah satunya tidak adanya konfirmasi kedatangan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor kepada pedagang maupun pengelola Pasar Cileungsi.

"Kabar berita bahwa Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor sudah mengkonfirmasi akan datang kembali untuk melaksanakan rapid dan swab test itu bohong, karena tidak ada konfirmasi para pedagang pun mengambil sikap tegas yaitu mengusir mereka dari Pasar Cileungsi," kata Ujang Rasmadi, Staf Humas dan Keamanan Pasar Cileungsi kepada wartawan, Kamis (11/6/2020). (reza zurifwan)