DPRD Yakin PPDB Jawa Barat Berjalan Lancar

DPRD Yakin PPDB Jawa Barat Berjalan Lancar

INILAH, Bandung – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Siti Muntamah mengaku optimistis pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA, SMK dan SLB Tahun 2020 yang dibuka sejak 8 Juni lalu dan akan berakhir besok, 12 Juni bakal berjalan lancar.

Dia mengatakan, dengan diterapkannya sistem pendaftaran melalui online diyakini dapat meminimalisir kecurangan terkait PPDB. Terlebih didukung penuh oleh tim Saber Pungli yang sudah siap mengawasi, agar tidak terjadi kecurangan. Siti pun meminta kepada para orangtua siswa, untuk tidak memberikan peluang jika mendapatkan tawaran yang dapat merugikan semua pihak, khususnya siswa.

“Dengan adanya sistem yang ada sekarang, secara online, saya kira lebih fair, karena tidak ada lagi kesempatan untuk adanya biaya koordinasi. Apalagi hingga saat ini belum ada laporan kepada kami, Komisi V dari tim Saber Pungli, yang Insya Allah bertugas mengamankan sistem PPDB ini. Ketika saya ketemu dengan ketua Saber Pungli Jabar, selain sudah tahu petanya, modelnya, intelnya juga sudah menguasai lapangan. Kita harap sampai akhir kondusif. Untuk para orangtua, tentu saja tidak boleh membuka celah. Percayakan dengan sistem yang ada, karena Insya Allah dibuat komprehensif dan semua anak bisa sekolah, semua anak bisa juara. Sesuai tagline-nya. Saya pun percaya, mereka sebagai pelaksana akan menjalankan amanat sebaik-baiknya,” ujar Siti kepada INILAH, Kamis (11/6/2020).

Sementara itu, mengenai website PPDB yang sempat tidak bisa diakses beberapa hari lalu, Siti menjelaskan hal tersebut terjadi akibat adanya lonjakan tinggi dari pendaftar yang masuk, sedangkan kapasitas server sangat terbatas. Kendati demikian, masalah tersebut dikatakannya tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan PPDB.

“Itu karena di awal-awal mungkin pada semangat untuk daftar, padahal pendaftaran dibuka dari 8 Juni sampai Jumat besok. Jadi over akses. Memang sebaiknya servernya diperbesar kapasitasnya. Tapi ya mungkin karena baru, jadi begitu. Sekarang sudah tidak ada masalah lagi. Kemarin pun ketika saya survey ke sekolah, semua lancar,” terangnya.

Pada sisi lain, terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru. Siti menjelaskan pelaksanaannya tetap sesuai rencana. Meski kemungkinan besar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang bakal diterapkan, mengingat belum ada kepastian terkait meredanya badai pandemi corona virus disease 19 (covid-19).

“Mengenai KBM, tetap berjalan seperti biasa. Dimulai Juli nanti, antara tanggal 3 atau 5. Tapi mungkin ketemunya siswa dan guru, lewat daring. Mau tidak mau PJJ lagi, kalau menurut Bu Kadis (Dewi Sartika). Sementara untuk interaksi langsung, masih belum tahu, kita lihat situasi. Intinya tahun ajaran baru tetap, hanya metode saja kalau ketemu guru mungkin setelah semester satu. Sementara, kita sudah sepakati lewat daring terutama untuk daerah zona merah yang tidak memungkinkan. Kalau daerah zona hijau, mungkin bisa,” ucapnya. (Yuliantono)