Persib Siap Jalani Protokol Kesehatan

Persib Siap Jalani Protokol Kesehatan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono memastikan timnya akan menjalani protokol kesehatan jika Liga 1 kembali digulirkan. Sekalipun aturannya sangat ketat.

Menurut Teddy, protokol kesehatan itu perlu dilakukan. Tujuannya tentu untuk menghindari paparan virus Corona (Covid-19) yang saat ini belum berakhir.

"Bahkan sejak pertandingan terakhir melawan PSS Sleman, 15 Maret, kita sudah melakukan protokol kesehatan itu," kata Teddy saat diwawancari melalui aplikasi zoom.

Saat itu, kata Teddy, timnya sudah melakukan protokol kesehatan. Mulai dari penyemprotan disinfektan di mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Lalu penggunaan masker dan hand sanitizer hingga larangan berfoto dengan fans.

"Protokol itu sudah ada bahkan seminggu sebelum lawan PSS Sleman. Jadi secara sederhana, kita sudah buat protokol itu," bebernya.

Meski demikian, Teddy memahami saat ini Covid-19 semakin luas dan semakin banyak yang terpapar. Tentu protokol kesehatan perlu ditambah demi terhindar dari penularan.

"Tapi kita sudah melakukan larangan-larangan seperti itu, disinfektan, sering cuci tangan, gak berjabat tangan, kita sudah lakukan dari awal-awal sebetulnya," katanya.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah melakukan diskusi dengan panitia pelaksana terkait protokol kesehatan saat akan menggelar pertandingan nanti.

"Kita terima regulasi mengenai protokol kesehatan baru, dua hari lalu. Protokol untuk tim dan panpel. Disitu kita pasti akan melakukan persiapan untuk mengimplementasikan regulasi itu pada saat kompetisi dijalankan. Kita harus siap, karena sudah pasti faktor utama, satu, kesehatan. Kemudian, secara sepak bola harus berjalan," tegasnya.

Karena itu, Teddy memastikan Persib Bandung akan siap menjalani seluruh aturan yang diterapkan terutama mengenai protokol kesehatan demi lancarnya penyelenggaraan Liga 1.

"Kita juga akan tes Covid-19. Prosedurnya pasti begitu. Pertama ada PCR test, bukan rapid test. Kalau misalnya semua aman, di awal-awal kita latihan gak bersentuhan fisik. Jadi akan bertahap," jelasnya.

Namun, kata Teddy di awal-awal latihan, fisik menjadi fokus utama. Sebab sudah lebih dari dua bulan, para pemainnya tak menjalani pertandingan akibat tidak adanya kompetisi.

"Tapi pasti latihan banyaknya latihan fisik saya rasa, karena kan kondisi pemain harus dikembalikan untuk mencapai match fitness tertentu sehingga pasti porsinya akan banyak latihan fisik. Tapi untuk awal-awal tidak boleh melakukan tackel, tidak boleh terlalu ngotot berebut bola dari temannya di kondisi latihan," katanya.

Teddy tak ingin pemainnya mengalami cedera, sama seperti yang dialami Lionel Messi. Mega bintang milik Barcelona FC itu mengalami cedera di betis kanannya saat menjalani latihan.

"Kita lihat sendiri Messi latihan 2 minggu cedera betis, kemarin juga ada pemain Inggris. Memang gak bisa dipaksain, memang harus bertahap. Di Korea Selatan, Jerman sudah melakukan protokol itu, kita tinggal copy aja dan sesuaikan dengan situasi di Bandung atau di Indonesia," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)