ESDM Jabar Setop 4 Aktivitas Tambang Tanah Merah di Purwakarta

ESDM Jabar Setop 4 Aktivitas Tambang Tanah Merah di Purwakarta
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Masyarakat di Kabupaten Purwakarta, terutama mereka yang ada di sekitar jalur arteri (Purwakarta-Bandung via Padalarang) beberapa hari terakhir dibuat uring-uringan dengan adanya aktivitas pertambangan galian kategori C. Kali ini, bukan pertambangan jenis pasir, melainkan jenis tanah merah.

Wajar saja mereka kesal, karena aktivitas pertambangan yang lokasinya masuk ke wilayah Kecamatan Sukatani itu sedikit besarnya telah menimbulkan persoalan tersendiri di masyarakat. Misalnya, menjadikan lingkungan kotor dan berdebu. Tak hanya itu, pertambangan ini pun berdampak pada arus lalulintas di jalur nasional tersebut.

Jalaludin (35) warga sekitar menuturkan, pertambangan tanah merah di wilayah ini telah beroperasi sejak beberapa hari lalu. Pihaknya menyayangkan, karena adanya aktivitas pertambangan ini membuat lingkungannya kotor. Bahkan, arus kendaraan kerap tersendar hingga beberapa kilometer. Dirinya tak tahu persis, tanah dari galian ini akan dikirim kemana dan untuk tujuan apa.

“Kami tidak tahu persis, tambanng ini ada izinnya atau tidak. Yang jelas, ini akan berdampak terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya, menjadikan lingkungan kotor,” ujar pria yang berprofesi sopir angkutan umum itu, Kamis (11/6/2020).

Dalam hal ini, pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan. Diirinya lebih setuju jika tambang ini ditutup. Apalagi, selain menimbulkan dampak lingkungan dan sosial, aktivitas tambang ini diduga tak ada kontribusinya ke pemerintah.

Keluhan Jalaludin akhirnya terdengar oleh Pemprov Jabar. Siang tadi, pemprov melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung menerjunkan tim untuk mengkroscek ke lapangan. Salah satunya, mengecek izin operasional tambang tanah merah tersebut.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono menuturkan, dari hasil pemeriksaaanya di lapangan, aktivitas galian tanah merah ini belum mengantongi izin sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami terpaksa memberhentikan sementara operasional tambang ini. Karena, pihak perusahaan belum mengantongi izin,” ujar Bambang.

Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta supaya pengelolanya terlebih dahulu mengurus dan menempuh perizinannya sesuai prosedur. Dengan kata lain, jika para pihak perusahaan telah mengantongi izin maka diperbolehkan untuk kembali beroperasi. Karena di dalam perizinan itu diatur hak dan kewajiban.

“Jadi intinya mereka harus memiliki izin dulu, kalau izinnya belum ditempuh yah jangan dulu beroperasi. Kalau bandel akan ditutup permanen,” tegas  Bambang.

Saat ditanya apakah lokasi ini merupakan zona pertambangan, ia menyebutkan, terkait hal itu pihaknya akan melakukan kajian bersama Pemkab Purwakarta. Adapun di hari ini, ada empat lokasi tambang yang ditutup di kawasan itu. Karena, seluruhnya belum mengantongi izin.

“Nanti kita lihat dari aspek lingkungannya seperti apa sebelum melakukan proses lebih lanjut,” pungkasnya. (Asep Mulyana)