Dinkes Bogor Dalami Kasus Keracunan Massal

Dinkes Bogor Dalami Kasus Keracunan Massal
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bergerak cepat menyelidiki kasus keracunan makanan.
INILAH, Bogor - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bergerak cepat menyelidiki kasus keracunan makanan di Kelurahan Genteng,  Kecamatan Bogor Selatan.
 
Tim Dinkes langsung terjun ke lapangan untuk melakukan investigasi pada Kamis (24/01/2019) siang.  Sementara itu masyarakat yang menjadi korban disebutkan Camat Bogor Selatan Sujatmiko Baliarto tidak ada tuntutan kepada penyedia makanan.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah membenarkan ada puluhan warga yang mengeluhkan gejala keracunan makanan. Mereka mengeluhkan rasa pusing, mual-mual dan diare.
 
Mereka sebelumnya menyantap nasi box pada acara tasyakuran tujuh bulanan yang digelar oleh salah satu warga setempat di kediamannya pada Rabu (23/01).
 
"Menanggapi laporan dari pihak wilayah kami dibawah kendali Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Surveilans (P2P) segera melakukan investigasi ke lokasi pada hari ini," ungkap Rubaeah. 
 
Rubaeah melanjutkan, dari hasil investigasi awal diperoleh informasi terkait kronologi kejadian yang bermula pada pagi hari Rabu,23 Januari pukul 09.00. Warga menyantap nasi box usai menghadiri acara tasyakuran. Kemudian pada pukul 14.00 WIB warga mulai merasakan gejala pusing, mual-mual disertai diare. 
 
"Sejumlah warga yang mengeluhkan gejala sama mulai mendatangi Puskesmas Cipaku, selanjutnya sebanyak 38 dirujuk ke RS UMMI untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dengan pembiyaan 35 orang menggunakan pembiyaan BPJS Kesehatan dan 3 orang pembiayaan umum," tambahnya. 
 
Rubaeah menjelaskan, teridentifikasi jumlah warga yang diduga keracunan sebanyak 44 orang dan sudah mendapatkan penanganan, termasuk yang dirujuk ke RS UMMI sudah kembali ke rumah masing-masing. Adapun kondisi terkini dari para warga yang terdampak sudah berangsur membaik. 
 
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut Dinas Kesehatan Kota Bogor juga telah mengambil sample makanan sebagai bahan pemeriksaan laboratorium yang hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.
 
Ia membeberkan, selanjutnya tindak lanjut dari Dinkes Kota Bogor untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali, akan dibuat Surat
Edaran melalui Kelurahan masing-masing. Surat tersebut ditujukkan kepada warga yang akan punya hajat serta acara khusus. 
 
Mereka harus lapor ke Puskesmas di wilayahnya masing-masing terkait acara tersebut. "Sehingga terpantau dan terkendali terkait pengelolaan makanannya," pungkasnya.
 
Sementara itu, Camat Bogor Selatan Sujatmiko Baliarto mengatakan, warga yang diduga keracunan makanan sudah berangsur pulang dan tidak ada tuntutan dari warga yang menjadi korban. 
 
"Tindak lanjut dari Kepolisian dan sampai saat ini tidak ada warga yang mengeluh kepada penyedia makanan," singkatnya.