Sekda Kota Bogor Jalani Swab Test, Hasilnya Keluar Kapan?

Sekda Kota Bogor Jalani Swab Test, Hasilnya Keluar Kapan?
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat akhirnya menjalani swab tes PCR di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, setelah dirinya bertemu salah satu pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif Covid-19 pada Kamis (11/6/2020) siang WIB. 

Hasil swab tes pejabat ASN tertinggi di Kota Bogor itu diusahakan akan keluar satu minggu. Ade yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) ini, disarankan untuk isolasi mandiri sebelum hasil swab tes keluar.

"Diusahakan awal minggu depan sudah ada hasil (swab tes-red)," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Dedie kepada INILAH.

Dedie melanjutkan, selain Sekda Kota Bogor, total 56 orang menjalani swab test. Mereka kebanyakan merupakan orang-orang berinteraksi dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau Pasien Dalam Pamantauan (PDP).

"Iya ada 56 orang selain Sekda. Bukan hanya ASN saja, pemeriksaan dilakukan di Dinkes Kota Bogor," tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, ada kasus positif yang ditularkan melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor yang kemudian menularkan ke keluarganya. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah cepat, memastikan sistem surveilans bekerja dengan mendata semua Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang ada karena kasus ini.

"Kemudian saya perintahkan, kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk melakukan audit kepada seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Kota Bogor. Tidak saja rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor tapi juga rumah sakit lain, agar dipastikan memiliki protokol kesehatan yang memadai. Jangan sampai jadi tempat penularan Covid-19," jelasnya.

Bima membeberkan, jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 ada 59 kasus, 21 dirawat dirumah sakit dan 38 isolasi mandiri. Pemkot Bogor memutuskan seluruh kasus positif tidak isolasi mandiri tapi diisolasi di RSUD Kota Bogor agar lebih mudah melakukan pengawasan. Apabila isolasi mandiri dikhawatirkan tidak terpantau dengan maksimal.

"Insya Allah tempatnya memadai dan sangat siap serta kapasitasnya cukup. Akan melakukan pengawasan ketat dan memberlakukan secara ketat protokol kesehatan di kantor-kantor pemerintahan dan BUMD Kota Bogor. Seluruh kantor pemerintahan akan dipastikan lagi memiliki standar protokol kesehatan yang memadai. Kejadian ini agar kita lebih waspada lagi dan disiplin lagi. Walaupun sudah landai tapi memungkinkan ada lonjakan apabila kita tidak waspada. Obat Covid-19 hanya tiga yaitu masker, jaga jarak dan cuci tangan. Disiplin kita adalah vaksin kita," bebernya.

Bima menegaskan, bahwa ASN yang berinteraksi langsung dengan ASN positif Covid-19 otomatis masuk kategori ODP dan harus isolasi mandiri. Untuk yang ASN positif ada tiga, tapi ada ASN yang menularkan keluarganya. 

"Kategori ODP menjali isolasi 14 hari tidak masuk kerja dan diawasi oleh RW siaga. Temuan kami kali ini tidak berbasis wilayah. Beberapa kasus bersumber dari perkantoran di Balai Kota Bogor," tegasnya.(Rizki Mauludi)