Ribuan Warga Selaawi Jalani Swab Test, Gara-garanya Dua Keluarga Positif Covid-19

Ribuan Warga Selaawi Jalani Swab Test, Gara-garanya Dua Keluarga Positif Covid-19
Foto: Zainulmukhtar

NILAH, Garut- Mencegah penyebaran Covid-19 di Kecamatan Selaawi Garut, khususnya di Desa Samida, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melakukan pengambilan swab tes Covid-19 secara masif terhadap sekitar 1.600 warga setempat, Kamis (11/5/2020).

Mereka yang diambil swab-nya merupakan orang yang pernah kontak erat dengan kasus positif Covid-19 sebelumnya. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat yang juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan pengambilan swab tersebut. 

Gubernur akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan terhadap warga di desa tersebut dilakukan surveilans ketat dengan pengambilan swab karena kasus Covid-19 di sana termasuk spesifik. 

"Ada delapan orang dua keluarga saling menular dari suami ke istri ke anak. Kan bahaya, anaknya main sana sini kan ? Nah, itu yang menyebabkan kita harus melakukan tes swab ini," katanya di sela peninjauannya di Desa Samida Selaawi.

Dia berharap hasil swab sekarang bisa diperoleh dari laboratorium dengan lebih cepat dibandingkan sebelum-sebelumnya yang memerlukan waktu satu hingga dua pekan. 

"Karena kapasitas laboratorium kita sudah 2.000 per hari, mudah-mudahan hasilnya lebih cepat dibandingkan awal-awal, dua minggu sampai satu mingguan," ujarnya.

Di Desa Samida Kecamatan Selaawi sendiri terdapat sebanyak delapan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang masih merupakan kerabat keluarga. Penularan diduga kuat merupakan penularan lokal antaranggota keluarga. Sebanyak tujuh dari mereka semula berstatus orang tanpa gejala (OTG). Hanya satu orang yang semula berstatus orang dengan pemantauan (ODP) dan sempat menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) pada kasus pertama konfirmasi positif di Selaawi. 

Berkaitan perkembangan kasus positif Covid-19 tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut berencana memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta karantina mandiri satu kampung/desa di Selaawi tahap dua yang berakhir pada 11 Juni 2020.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan swab didapati ada penambahan kasus. Maka, diputuskan karantina mandiri satu kampung dilanjut,” kata Camat yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Selaawi Ridwan Efendi. 

Selama karantina berlangsung maka seluruh warga dikarantina tidak boleh keluar dari lingkungannya. Warga dari luar pun tak diperkenankan masuk. Sehingga untuk pemenuhan kebutuhan pangan warga dikarantina tersebut akan dipasok pemerintah melalui Dinas Sosial setempat. 

Karantina mandiri dilakukan di kampung tersebut 29-5-2020, paskaditemukan tiga kasus positif di sana pada 28-5-2020. Ketiganya diduga kuat tertular Covid-19 dari pasien positif sebelumnya.
Setelah sepekan lebih karantina mandiri dilakukan, pada 8-6-2020, di wilayah tersebut kembali ditemukan tiga kasus positif.(zainulmukhtar)