Belum Kabupaten/Kota di Jabar Ajukan Penerapan AKB

Belum Kabupaten/Kota di Jabar Ajukan Penerapan AKB
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bandung- Kendati sejumlah kabupaten kota di Jawa Barat dinyatakan dapat menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), namun belum ada satu pun daerah yang mengajukan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad, Kamis (11/6/2020).

Daud mengatakan, dari 27 daerah di Jabar, belum ada satu pun kabupaten/kota yang mengajukan penerapan AKB. 

"Belum ada (kabupaten/kota) yang mengajukan (AKB)," ujar Daud.

Menurut Daud, perkembangan informasi terkait pengajuan AKB di kabupaten kota akan diketahui setelah Gubernur Jabar Ridwn Kamil melakukan koordinasi dengan bupati wali kota se Jabar pada Jumat (12/6/2020) besok. Pada kesempatan itu, akan diumumkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB Proporsional. 

"Pak Gubernur akan video conference dengan bupati/wali kota dan besok ada hasil evaluasi (PSBB proporsional). Apakah PSBB akan diperpanjang, kita tunggu besok dari Gubernur," katanya.

Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 60 persen wilayah di Jabar sudah dapat melaksanakan AKB atau New Normal. Penetapan wilayah yang bisa memulai new normal tersebut mengacu pada data indeks reproduksi COVID-19 (Rt) selama 14 terakhir yang berada di angka 1. 

Hal itu pun telah disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya @ridwankamil.

"Sekitar 60 % Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal. Sekitar 40 % Zona Kuning (level 3) wilayah MELANJUTKAN PSBB proporsional s.d 12 Juni 2020," tulis Ridwan Kamil. 

Berdasarkan hasil kajian terakhir, dari total 27 kabupaten/kota di Jabar, sebanyak 15 kabupaten/kota atau 60 persen di antaranya kini sudah berstatus zona biru dan dapat memulai penerapan new normal, sementara 12 kabupaten/kota lainnya kembali menerapkan PSBB.

Ke-15 kabupaten/kota yang sudah berstatus zona biru tersebut, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran. (riantonurdiansyah)