Ridwan Kamil: Jangan Euforia, Virus Belum Hilang!

Ridwan Kamil: Jangan Euforia, Virus Belum Hilang!
Foto: Zainulmukhtar

NILAH, Garut- Kendati kasus harian Covid-19 di Jawa Barat terkatagori masih terkendali, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

"Warga jangan euforia ! Virus belum hilang. Hanya tiga cara melawan COVID-19 selama obat dan vaksin belum ditemukan, yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan !" kata Ridwan Kamil di sela peninjauan pelaksanaan pengambilan swab tes Covid-19 massif di Desa Samida Kecamatan Selaawi, Kamis (11/6/2020).

Dia menyebutkan, kasus Covid-19 di wilayah Jawa Barat rata-rata sebanyak 20 kasus per hari. Sehingga kasus Covid-19 di Jawa Barat terkatagori terkendali dibandingkan di provinsi lain di Indonesia.

Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau secara langsung pelaksanaan swab test (tes usap) masif COVID-19 di Kantor Kepala Desa Samida Jl. Baeud No. 15, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/20).

Berkaitan pengambilan swab tes Covid-19 massif di Desa Samida, tepatnya Kampung Baeud, pria akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan sebagai salah satu upaya pembatasan sosial bersekala mikro (PSBM) level desa/kelurahan usai PSBB secara proporsional diterapkan di Jawa Barat. Di kampung tersebut juga dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak erat dengan kasus positif sebelumnya.

"Inilah tahap setelah PSBB, yaitu fokus kepada desa/kelurahan, dusun, kampung, untuk memastikan kewaspadaan tidak turun," katanya.

Ditargetkan, sebanyak 1.695 warga dari 10 RT di dua RW Kampung Baeud mengikuti tes masif yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar bekerja sama dengan gugus tugas setempat ini. Sampel dari di Kampung Baeud ini akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jabar di Kota Bandung dan hasil uji sampel ditargetkan selesai dalam satu hari.

Kang Emil pun sempat memuji sikap taat warga setempat terhadap kepala desanya yang proaktif berkaitan karantina mandiri di kampung tersebut paskaditemukan kasus pertama positif Covid-19.

Kang Emil menambahkan, pengambilan swab tes Covid-19 juga berikutnya direncanakan digelar di Pasar dan Terminal Limbangan dengan target sasaran mulai pedagang, tukang ojek, sopir hingga tukang parkir. Disiapkan juga sebanyak 355 tenaga kesehatan di enam kecamatan untuk mengikuti swab tes massif.

"Saya kira (tes massif) ini cara Jabar menjaga (penularan) di New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Ini menunjukkan, kekuatan surveilans dan tracing kami sangat tinggi. Itu yang membuat angka reproduksi (COVID-19) di Jabar terkendali," ujarnya.(zainulmukhtar)