Sejumlah Catatan Yana agar Hotel dan Tempat Wisata Beroperasi

Sejumlah Catatan Yana agar Hotel dan Tempat Wisata Beroperasi
istimewa

INILAH, Bandung- Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menemukan sejumlah catatan yang harus dipenuhi oleh hotel dan pengelola tempat wisata untuk bisa kembali beroperasi. Para pengelola hotel dan tempat wisata harus memenuhinya sebelum bisa kembali beroperasi.

Hal itu diperoleh seusai memantau sejumlah hotel dan tempat wisata di Kota Bandung. Sejumlah hotel yang dikunjungi di antaranya, Hotel Mercure, Hotel Papandayan dan Trans Luxury Hotel dan Ibis. Sedangkan tempat wisata yaitu Saung Angklung Udjo.

Dia menilai lokasi yang didatanginya sudah cukup baik dalam persiapan protokol kesehatannya. Namun ada beberapa catatan yang menjadi bahan evaluasi.

"Alhamdulillah sudah cukup baik, meski pun kami memberikan catatan-catatan. Tetapi pada dasarnya sudah ada semangat menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat di semua tempat ibadah, hotel, termasuk di sini (Saung Angklung Udjo)," kata Yana.

Menurut dia, Pemkot Bandung akan terus menyosialisasikan aturan dan menegakannya. Karena Pemkot Bandung tidak bisa menyelesaikan wabah Covid-19 sendiri. Harus ada keterlibatan dari seluruh stake holder.

"Mudah-mudahan kita bisa segera beraktivitas kembali sebagaimana biasanya. Meski pun dengan norma dan kebiasaan-kebiasaan baru. Jangan ada lagi klaster-klaster baru di Kota Bandung. Sehingga harapannya mudah-mudahan kita bisa meningkat dari zona kuning ke zona biru dengan kelonggaran 50 persen. Kalau hijau 70-75 persen," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari berharap dengan berakhirnya PSBB proporsional akan membangkitkan kembali pariwisata yang dinilai paling terpuruk selama Covid-19.

"Dengan usaha dan upaya dari mitra-mitra dan stakeholder kita, setelah tadi berkeliling ke beberapa hotel dan terakhir di sini. Semua telah berupaya untuk menegakkan protokol kesehatan. Perlu diapresiasi juga," kata Kenny.

Dia pun mengimbau bagi pelaku di sektor pariwisata menerapkan protokol kesehatan. Karyawan dan tamu atau pengunjungnya harus disiplin menegakan protokol kesehatan.

"Selain itu prinsip-prinsip mengenai kebersihan, kesehatan, dan keamanan juga harus dilakukan. Karena itu jadi format baru ke depan untuk sektor pariwisata. ‘Cleanliness, health and safety’ merupakan tiga faktor utama yang harus diperhatikan," ucapnya. (yogo triastopo)