Sakit dalam Kehidupan Manusia

Sakit dalam Kehidupan Manusia
ilustrasi

SAYA rajin sekali belajar tentang sakit, penyakit dan obat dalam waktu 5 tahun terakhir ini. Walau tak dengan cara ikut kuliah formal, saya rajin ikut kajian beberapa dokter ternama di dunia dan beberapa herbalis serta guru spiritual yang bicara tentang sakit dalam kehidupan manusia.

Minat saya pada dunia pengobatan sebenarnya ada sejak saya usia 9 tahun, saat secara sosial saya dibentuk menjadi tempat bertanya obat non medis oleh masyarakat di lingkungan saya. Hal seperti ini berlanjut sampai kini, walau sungguh sangat saya batasi karena satu dan lain hal.

Beberapa pakar berkata bahwa tubuh ini diciptakan untuk sehat, sebagaimana manusia diciptakan untuk bahagia. Kalau tubuh kita sakit, itu bermakna bahwa ada hak tubuh yang tidak kita penuhi atau kita salah merawat tubuh. Untuk sembuh, maka kita harus kembali pada "jalan yang benar." Sama dengan manusia yang selalu sedih dan menderita, itu menunjukkan bahwa ada yang salah dalam ucap, sikap dan perbuatannya. Ini kaidah umumnya. Maka ikutilah cara hidup yang benar, kembalilah pada tuntunan hidup yang benar, baik dan indah.

Sakit, dalam bahasa Arab, sebagaimana digunakan dalam al-Qur'an dan Hadits, ada tiga kata yang sering digunakan: MARADL, DAA' dan SAQAM. Apakah sesungguhnya perbedaan dari tiga istilah ini? Samakah? Ahli bahasa Arab pasti bisa menjelaskan panjang lebar.

Sebagai ringkasan barangkali bisa dinyatakan sebagai berikut: MARADL adalah kalimat umum untuk penyakit yang jelas diketahui jenisnya, sementara DAA' adalah penyakit yang terjadi pada manusia yang tidak diketahui sebabnya. Kadang DAA' ini digunakan juga untuk penyakit ma'nawi, seperti bakhil, sombong dan iri hati. Sementara SAQAM adalah penyakit menahun yang sulit diharapkan kesembuhannya.

Nah, kalau kita cari penggunaan 3 istilah itu, kita temukan ada banyak doa dari Rasulullah Muhammad yang menunjukkan permintaan sembuh dari tiga macam penyakit itu. Itu bermakna bahwa semua penyakit, yang diketahui sebabnya ataupun yang tidak diketahui, penyakit fisik atau penyakit ruhani, pastilah ada harapan sembuh.

Jangan pernah putus asa, karena Allah Tuhan kita adalah Penyembuh yang Maha dalam segalanya. Semoga semua sahabat, kerabat dan saudara yang sedang sakit segera mendapatkan kesembuhan. Semoga yang sehat senantiasa dijaga kesehatannya baik lahir ataupun batin. Salam jiwa, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi]