Mantan Kades Anjun Purwakarta Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Kades Anjun Purwakarta Divonis 4 Tahun Penjara
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Majelis hakim memvonis mantan Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta Adhi Prasetyo hukuman penjara selama empat tahun.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus penyelewengan dana desa di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Jumat (12/6/2020).

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Rifandaru menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair, yakni pasal 2 ayat 1 Undang-undang tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan hukuma  penjara selama empat tahun denda Rp500 juta, subsidair kurungan tiga bulan," katanya.

Putusan majelis lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Purwakarta, yakni hukuman penjara selama lima tahun denda Rp500 juta, subsidair kurungan tiga bulan. Atas putusan tersebut kedua belah pihak mengaku pikir-pikir.

Adhi Prasetyo terbukti melakukan tindak pidana korupsi anggaran desa saat menjabat sebagai kades di desa tersebut periode 2013-2019. Terdakwa telah menyewakan tanah milik desa ke PT Wijaya Karya (Wika) untuk kepentingan proyek kereta cepat Indonesia-Cina. Tanah yang disewakannya, ada dua bidang. Pertama, seluas 4.440 meter persegi di Kampung Anjun. Kedua, seluas 3.371 meter persegi di Kampung Cidadapan.

Dari dua bidang tanah milik desa itu pelaku mendapatkan uang sewa senilai Rp715 juta. PT Wika menyetor uang secara transfer sesuai keinginan pelaku ke dua nomor rekening. Yakni, ke nomor rekening desa senilai Rp300 juta. Sisanya, Rp415 juta ke rekening pribadinya.

Diketahui, uang tersebut ternyata dipakai pelaku untuk kepentingan pribadi. Salah satunya, umrah ke tanah suci membawa istri dan dua anak buahnya di pemerintahan desa.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk membangun rumahnya. Serta, membeli furnitur dan sejumlah lukisan. (Ahmad Sayuti)