Remaja Harus Merencanakan Usia Pernikahan dan Kehamilan

Remaja Harus Merencanakan Usia Pernikahan dan Kehamilan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Remaja sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia, harus benar benar mempersiapkan masa depannya, karena masa depan bangsa ini ada ditangan mereka. Termasuk merencanakan dan mempersiapkan pernikahan dan jumlah anak.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR Adang Sudrajat usai menggelar sosialisasi dan bakti sosial bersama Kantor Perwakilan BKKBN Jabar di Graha Berkah Sadaya di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat (12/6/2020).

"Pembangunan keluarga adalah salah satu program BKKBN. Di dalamnya ada kontek pengendalian dan perencanaan keluarga. Mulai dari perenaan usia nikah, jumlah anak dan lainnya. Selain itu ini bukan hanya sekedar pengendalian kuantitasnya saja, tapi kia juga harus memikirkan kualitas penduduknya," kata Adang.

Dia menuturkan, agar melahirkan generasi bangsa yang berkualitas ini diperlukan perencanaan pembangunan keluarga. Salah satunya adalah perencanaan usia nikah merencanakan jumlah anak dan lainnya. Maka dari itu, Komisi IX sebagai mitra kerja BKKBN, pihaknya terus mensosialisasikan program pelayanan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana), termasuk selama masa pandemi virus corona (Covid-19) ini.

"Komunikasi, informasi dan edukasi pada generasi muda terus kami lakukan bersama sama dengan BKKBN. Agar generasi muda itu mempersiapkan masa depannya. Karena masa depan bangsa ini ada ditangan mereka, mau membawa bangsa ini kemana yah tergantung mereka," ujarnya.

Dimasa yang akan datang, lanjut Adang, keadaan dan tuntutan jaman terus berubah. Begitu juga dengan produktivitas kehidupan pun berubah. Contohnya saat ini ada istilah 4.0, istilah new normal dan lainnya itu, tentu harus diantisipasi oleh kita semua. Karena menyangkut bagaimana kehidupan manusia kedepannya.

"Perencanaan usia nikah dan kehamilan ini juga sangat penting. Nikah muda harus dihindari, karena menyangkut kematian ibu dan bayi. Sampai saat ini angka kematian ibu dan bayi di Indonesia cukup tinggi dan belum beranjak signifikan di Asia. Makanya usia nikah itu yang bagus untuk wanita usia 21 dan prianya 25. Kalau usia 14-15 itu sangat rawan saat hamil, karena rahimnya belum cukup kuat," katanya. (Dani R Nugraha)