Tips Memilih Monitor Komputer untuk WFH

Tips Memilih Monitor Komputer untuk WFH
istimewa

BEKERJA dari rumah, atau populer dengan istilah work from home (WFH), mendadak jadi tidak asing lagi sejak beberapa bulan belakangan.

Pandemi virus corona (COVID-19) mengharuskan mayoritas kantor dan karyawannya mengubah pola kerja dan mencari cara yang paling efektif agar terus bisa berkolaborasi meski pun bekerja dari jarak jauh.

Saat ini, monitor menjadi barang wajib bagi para karyawan yang bekerja dari rumah. memilih monitor yang tepat diyakini bisa membantu bekerja secara efektif karena sekarang ini para pekerja menghabiskan waktu yang lebih lama di depan komputer.

Berikut tips dari Dell dalam memilih monitor yang tepat untuk menghadirkan 'kantor' di rumah:

1. Ukuran layar dan resolusi

Langkah pertama, tentukan ukuran layar dan resolusi yang dibutuhkan, bidang yang lebih luas bisa memuat lebih banyak hal.

Layar yang digunakan untuk pekerjaan kantor biasanya berukuran 24 hingga 32 inci. Namun, pengguna tetap harus menentukan prioritas kebutuhan.

Jika prioritas adalah layar yang lebih besar, pertimbangkan menggunakan lebih dari satu monitor atau satu monitor tipe ultra wide cruve, melengkung esktra, yang umumnya berukuran antara 34 hingga 49 inci.

Ukuran dan resolusi layar saling berkaitan, piksel yang lebih banyak akan menghadirkan gambar yang lebih realistis dan tajam. Dell merekomendasikan memilih resolusi tinggi untuk monitor yang lebih besar.

2. Ergonomis

Banyak orang yang melaporkan jam kerja lebih lama sejak berlaku WFH, sehingga memilih monitor yang tepat akan sangat mempengaruhi kesejahteraan sehari-hari.

Pilih monitor yang dapat diatur ketinggian dan kemiringannya agar jarak pandang sejajar dan tidak mengganggu postur tubuh. Cari monitor yang memiliki cahaya biru rendah agar mata tidak mudah lelah.

3. Konektivitas

Pertimbangkan juga apa saja perangkat yang akan dihubungkan ke monitor dan kesesuaian port yang ada di perangkat. Umumnya, port yang berada di monitor, termasuk laptop, berupa HDMI, USB, dan Thunderbolt.

Misalnya jika menggunakan smartphone dengan port USB Type-C, maka carilah monitor yang memiliki port serupa agar bisa digunakan sekaligus untuk beberapa hal, antara lain mengisi daya laptop dan mentransfer data ke smartphone.

Pertimbangkan juga untuk memilih monitor yang memiliki lebih dari satu port agar bisa menyambungkan perangkat lain, misalnya mouse, keyboard, speaker, dan web camera.

4. Efisiensi energi

Pilih monitor yang memiliki fitur efisiensi daya untuk menghemat listrik, misalnya fitur sleep mode yang bisa mengurangi konsumsi daya ketika layar tidak aktif.

5. Warna

Cakupan, akurasi, dan kalibrasi warna adalah faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan saat membeli monitor untuk pekerjaan di bidang kreatif, seperti fotografi dan videografi.

Untuk pekerjaan yang mengutamakan warna, pilihlah monitor yang tidak hanya menyediakan gamut warna yang lebih luas tetapi juga akurasi warna yang sebenarnya.

Bagi profesional yang membutuhkan kinerja warna terkalibrasi, pilih monitor dengan colorimeter internal atau monitor yang kompatibel dengan colorimeter eksternal untuk kalibrasi yang cepat dan mudah.

Terdapat beragam cakupan warna seperti sRGB, Adobe RGB, dan DCI-P3. Dengan cakupan warna terluas, DCI-P3 bisa menampilkan warna yang lebih banyak dan gambar yang lebih kaya.

Untuk para profesional yang menginginkan kinerja warna optimal, memilih monitor dengan cakupan DCI-P3 lebih dari 95 persen dengan kalibrasi pabrikan dapat membantu pekerjaan yang mengutamakan warna.

6. Kolaborasi

Jika pekerjaan melibatkan telekonferensi video, carilah monitor yang memiliki fitur kolaborasi seperti kamera, mikrofon dan speaker internal. (inilah.com)