Pandemi Covid-19, Kiriman JNE Turun 10 Persen

Pandemi Covid-19, Kiriman JNE Turun 10 Persen
istimewa

INILAH, Bandung - Selama pandemi Covid-19, industri pengiriman logistik pun terkena dampak. Presiden Direktur JNE M Feriadi mengatakan, dampak negatif itu terasa pada awal-awal pandemi.

"Pada awal pandemi itu kan ada pengurangan aktivitas, kiriman kita juga mengalami penurunan 5-10%," kata Feriadi saat webinar Bersiap Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, belum lama ini.

Meski demikian, pada saat Ramadan-Lebaran kemarin dia menyebutkan transaksi mulai merangkak naik. Hal itu ditunjang dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mendorong konsumen mengirim barang.

"Saat itu, ada dorongan transaksi. Pada minggu awal, ada peningkatan transaksi di Tasikmalaya dan Cirebon terkait kiriman fesyen sekitar 5-10%," ucapnya.

Secara umum, pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini pihaknya terus mendukung keberlangsungan bisnis para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain menggaet melalui program khusus JNE Loyalty Card (JLC), pihaknya terus memberikan pelatihan, hingga kemudahan akses pembiayaan dan akses pasar.

"Kita juga menawarkan mereka melalui keagenan mitra. Untuk itu, kita sedang me-review program keagenan agar lebih mudah diikuti. Ini untuk menarik UMKM sebagai mitra sesuai dengan perkembangan teknologi digital saat ini," ucapnya.

Khusus mengenai kemudahan pengiriman barang, Feriadi menyebutkan ada layanan terbaru yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM. Yakni, layanan JNE Trucking (JTR) dengan harga yang relatif kompetitif.