Lansia dan Disabilitas Alami Tekanan Ganda di Masa Pandemi Covid-19

Lansia dan Disabilitas Alami Tekanan Ganda di Masa Pandemi Covid-19
Istimewa

INILAH, Bandung- Anggota Legislatif FPKS DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menilai para lansia dan penyandang disabilitas mengalami tekanan ganda pada masa Pandemi Covid-19 ini. Karena itu, harus diperhatikan dengan lebih ektra. 

Menurut dia, padahal sebelum masa pandemi pun para lansia dan penyandang disabilitas seringkali menjadi pihak yang kurang terperhatikan.

"Sehingga situasi pandemi ini seolah menjadi double tekanan bagi mereka," ujar Ledia melalui rilis yang diterima, Minggu (14/6/2020).

Menurut dia, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas membutuhkan biaya hidup sekitar 30 % lebih besar dari keluarga non peyandang disabilitas. Hal ini karena para penyandang disabilitas memerlukan pendampingan atau sarana prasana khusus dalam menjalani hidup sehari-hari.

Maka pandemi Covid-19 yang banyak mengoreksi pendapatan keluarga jelas sangat memukul para keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas.

"Terutama keluarga penyandang disabilitas yang tergolong miskin atau rawan miskin karena pandemi ini," katanya.

Karena itu Sekretaris Fraksi PKS ini mengisi masa reses dengan berbagi paket sembako kepada lomunitas lansia dan disabilitas, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap melakukan langkah protokol kesehatan.

Adapun ratusan paket sembako tersebut dibagikan kepada perwakilan komunitas yang berasal dari beberapa wilayah di Kota Bandung.

"Maka secara khusus kami mengalokasikan bantuan kali ini buat mereka, para lansia dan penyandang disabilitas," katanya.

Adapun salah satu kelompok lansia yang diberikan bantuan adalah dari Komunitas Lansia Taman Sari yang dinilai sebagai salah satu contoh komunitas lansia yang produktif. Di masa sebelum pandemi covid 19, Ledia mengaku, mereka secara rutin menyelenggarakan senam lansia dan kumpul-kumpul silaturahim. 

"Kegiatan ini tentu saja mendukung penjagaan kesehatan fisik dan psikologis para lansia karena mereka jadi bergerak, berolahraga sekaligus saling bersilaturahim. Bahkan saat sedang reses atau kundapil tak jarang saya pun hadir dan ikut senam bersama mereka,” katanya.

Sementara itu paket sembako bagi kelompok disabilitas disampaikan Ledia kepada perwakilan dari Komunitas Cerebral Palsy Kota Bandung dan perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Kota Bandung.

Paket sembako yang diberikan berisi beras, minyak goreng, gula, mie telor serta kecap. Ledia mengakui ratusan paket sembako yang di salurkan ini memang masih terbatas, baru mencakup sebagian kecil saja dari para lansia dan penyandang disabilitas di Kota Bandung. 

“Tapi saya berharap hal ini bisa menjadi pembuka jalan dan pengingat bagi yang mau berbagi di masa pandemi ini. Ada saudara kita dari kelompok lansia dan penyandang disabilitas yang sangat membutuhkan perhatian.” tutupnya. (riantonurdiansyah)