Ingin Tambah Vitalitas? Yuk, Ngopi di Pondok Hijau Coffee

Ingin Tambah Vitalitas? Yuk, Ngopi di Pondok Hijau Coffee
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kafe yang menyajikan menu kopi di wilayah Cibinong bertambah dengan kehadiran Pondok Hijau Coffee Shop. Kafe ini berlokasi di Jalan Sirpjul Munir nomor 29 Kelurahan Tengah,  Cibinong, Kabupaten Bogor.

Selain menjuual kopi lanang khas yang berasal dari Kecamatan Sukamakmur, Gunung Salak maupun Gunung Gede Pangrango, Pondok Hijau Coffe Shop punya khas sendiri yaitu vitallity coffee.

"Kalau kopi kita ada jenis Lanang, Gayo, Maluku atau daerah lainnya namun untuk tambahannya untuk menambah vitalitas maka bisa kita tambahkan vitallity coffe yang bahan bakunya dari cacing sonari," ucap Raharjo salah satu pengelola Pondok Hijau Coffe Shop kepada wartawan, Minggu (14/6).

Ia menambahkan selain menjual coffe, makanan ringan maupun berat juga mereka sediakan mulai dari donat, dimsum, siomay, roti bakar, pisang bakar, nasi goreng maupun lainnya.

"Dengan berkonsep taman garden , berornamen panjat tebing dan petualangan, kami tak hanya murni menjual makanan tetapi juga ruang meeting dengan maksimal peserta rapar sebanyak 10 orang," tambahnya.

Selly sang pemilik Pondok Hijau Coffe Shop menuturkan bahwa pihaknya juga menjual frame foto yang bahan bakunya daru fiber, frame foto tersebut ia jual seharga Rp 9.000 hingga 300.000,-.

"Frame foto tersebut juga produk kami sendiri yang 'bengkel' atau tempat produksinya tak jauh dari lokasi Pondok Hijau Coffe Shop, kami juga menjual tanaman hias untuk menghiasi taman pengunjung," tutur Selly.

Wanita yang masih kuliah di Universitas Budi Luhur inj melanjutkan sewaktu awal dibuka pada bulan Februari lalu, kafenya memiliki omset yang lumayan perharinya yaitu diatas angka Rp 1 juta perhari, sementara saat pandemic wabah covid 19 atau virus corona omsetnya turun  hingga Rp 300 ribu perhari.

"Kalau lagi rame omset kami dulu sempat diatas Rp 1 juta dan itu lumayan buat kafe yang baru buka, namun saat mulai pandemoc wabah covid 19 omset turun hingga Rp 300 ribu. Kami berharap sejak diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional omset kami perlahan akan naik kembali atau melebihi seperti awal," lanjutnya. (Reza Zurifwan)