Objek Wisata Bandung Selatan Terapkan Protokol Kesehatan pada Calon Wisatawan

Objek Wisata Bandung Selatan Terapkan Protokol Kesehatan pada Calon Wisatawan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung- Beberapa objek wisata di Bandung Selatan mulai melakukan ujicoba operasional dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan pandemi virus corona (Coviid-19). Protokol kesehatan diterapkan dalam pelakasaan adaptasi kehidupan baru (AKB).

Pemberlakuan protokol kesehatan wajib dilaksakanan di lokasi objek wisata.Masker, jaga jarak, juga pengecekan suhu tubuh menjadi protokol umum yang diterapkan. Pembatasan kunjungan hanya 50 persen dari kapasitas juga wajib dipatuhi oleh pengelola objek wisata.

Tiap objek wisata memiliki protokol kesehatan berbeda. Objek wisata Kawah Putih, mengharuskan pengunjung mengisi formulir yang harus diisi oleh pengunjun sebelum membeli tiket. Formulir tersebut berisi sejumlah informasi mengenai riwayat kesehatan pengunjung, mulai dari kota asal, riwayat perjalanan, hingga penyakit berat yang diidap.

"Ini sangat penting untuk menelusuri riwayat kesehatan calon pengunjung. Begitu juga ketika ada yang positif akan memudahkan gugus tugas melacak interaksi yang dilakukan. Selain itu akan memudahkan medis dalam melakukan penanganan, misalnya jika penyakit bawaannya kambuh," kata Duty Menager Kawah Putih M Ari Kurniawan, Minggu (14/6/2020).

Dikatakan Ari  pengisian formulir wajib dilakukan  bagi wisatawan yang akan mengunjungi Kawah Putih. Formulir tersebut bisa didapat secara online melalui  https://bit.ly/akbkawahputih.

"Sebelum masuk calon wisatawan harus mengisi formulir. Jadi saat membeli tiket, petugas akan melakukan pengecekan melalui nomor identitas pengunjung, bisa nomor SIM atau NIK. Kalau ternyata belum mengisi, maka kami perintahkan untuk mengisinya, baru bisa membeli tiket masuk. Pengisian formulir ini harus online, karena kalau pakai formulir kertas, kurang aman juga, alat tulis bisa menjadi sarana penyebaran virus," ujarnya.

Selain itu, Ari mengarahkan pengisian formulir dilakukan pada hari yang sama kunjungan, karena sistem diupdate setiap hari.

"Memang datanya akan tersimpan terus di server, tapi yang dibaca oleh sistem di petugas hanya membaca di hari yang sama," ujarnya.

Hal berbeda dilakukan di objek wisata Glamping Lake Side, objek wisata yang terkenal akan kapal pinisi tersebut tidak mewajibkan wisatawan untuk mengisi formulir seperti di Kawah Putih.

"Tidak harus mengisi formulir ketika masuk. Tapi ada protokol lain yang kami terapkan," kata General Manager Glamping Lake Side, Endang Suherman.

Menurut Endang, saat di loket tiket masuk, petugas akan melakukan wasancara singkat kepada calon pengunjung. Jika ada calon pengunjung dari zona merah atau memiliki riwayat dari zona merah, mereka harus membawa surat keterangan bebas covid-19. Jika tidak mengantongi surat tersebut, maka pihak pengelola tidak akan membiarkan masuk.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Makanya pengetatan dilakukan. Bukan tidak mau dikunjungi, tapi kami ingin memberi keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan lain," ujarnya.

Endang berharap, calon wisatawan yang akan unjungi Glamping Lake Side dari zona merah atau memiliki riwayat masuk zona merah dalam dua pekan terakhir, bisa memaklumi aturan tersebut. (rd dani r nugraha).