Kasus Bertambah, 6 Kecamatan di Garut Masih Zona Merah?

Kasus Bertambah, 6 Kecamatan di Garut Masih Zona Merah?
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Pada April 2020, dalam upaya melakukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut sempat memetakan levelisasi kewaspadaan Covid-19 per kecamatan. 

Kecamatan dengan kasus Covid-19 tertinggi hingga terendah disimbolisasi dengan level merah, kuning, biru hingga hijau.  

Hasilnya, per 24 April sampai 5 Juni 2020, ada enam dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut masuk level merah. Yakni Kecamatan Selaawi, Banyuresmi, Kadungora, Leuwigoong, Tarogong Kaler, dan Kecamatan Garut Kota.

Ada delapan kecamatan masuk level kuning, yakni Kecamatan Cigedug, Cisurupan, Wanaraja, Cikajang, Cibatu, Tarogong Kidul, Cibalong, dan Kecamatan Malangbong. Ada enam kecamatan di level biru, yakni Kecamatan Karangpawitan, Kersamanah, Samarang, Bayongbong, Cilawu, dan Kecamatan Leles.

Sedangkan 22 kecamatan lainnya berada pada level hijau. Akan tetapi seiring tak diperpanjangnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di 14 kecamatan dinilai beresiko tinggi terjadi kasus Covid-19 sekaligus mulai masuk tahapan pelonggaran PSBB dengan sebutan Kenormalan Baru (New Normal) secara bertahap, kasus Covid-19 di Garut justeru melonjak, termasuk sebaran di kecamatan-kecamatannya. 

Akankah peta levelisasi dengan hanya enam kecamatan pada level merah itu tetap, atau berubah ? Begitu pun level kuning, biru, dan hijau kewaspadaan Covid-19 kecamatan lainnya ? Lalu bagaimana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menyikapinya ? 

Pasalnya, kasus Covid-19 termasuk kasus positif di enam kecamatan level merah sendiri hingga kini masih terus bertambah. 

Hingga 13 Juni 2020, di Selaawi terdapat sebanyak 326 kasus dengan 8 kasus positif, 54 kasus ODP dan 264 kasus OTG. Sebelumnya per 5 Juni terdapat lima kasus positif, satu kasus PDP, dan 46 kasus ODP. 

Di Banyuresmi terdapat sebanyak 163 kasus dengan dua kasus positif, tujuh kasus PDP, 68 kasus ODP, dan 86 kasus OTG. Sebelumnya terdapat 65 kasus dengan dua kasus positif, sembilan kasus PDP, dan 54 kasus ODP.

Di Kadungora terdapat sebanyak 529 kasus dengan dua kasus positif, 57 kasus ODP, dan 470 kasus OTG. Sebelumnya terdapat 54 kasus dengan satu kasus positif, satu kasus PDP, dan 52 kasus ODP.

Di Leuwigoong terdapat sebanyak 122 kasus dengan dua kasus positif, 59 kasus ODP, dan 61 kasus OTG. Sebelumnya terdapat 45 kasus dengan satu kasus positif, dan 44 kasus ODP.

Di Tarogong Kaler terdapat sebanyak 186 kasus dengan tiga kasus positif, 4 kasus PDP, 127 kasus ODP, dan 52 kasus OTG. Sebelumnya terdapat sebanyak 116 kasus dengan tiga positif, dua kasus PDP, dan 111 ODP.

Di Garut Kota terdapat sebanyak 218 kasus dengan dua kasus positif, empat kasus PDP, 80 kasus ODP, dan 132 kasus OTG.

Belum ada kejelasan dari pihak terkait mengenai levelisasi kewaspadaan Covid-19 per kecamatan pascapemberlakuan New Normal bertahap di Garut itu.

"Itu lagi dibahas di Bappeda," ujar dari Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita, Minggu (1/6/2020).(zainulmukhtar)