FHCI Diharapkan Jadi Inspirator Menuju Era Kekinian Pengelolaan SDM

FHCI Diharapkan Jadi Inspirator Menuju Era Kekinian Pengelolaan SDM
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Forum Human Capital Indonesia (FHCI) diharapkan dapat menjadi inspirator sekaligus katalisator bagi BUMN-BUMN untuk menuju era kekinian dalam pengelolaan sumber daya manusia atau SDM perusahaan.

"Jadi kita diharapkan menjadi inspirator, mendiskusikan dan merekomendasikan, kemudian katalisator untuk menuju era kekinian di dalam mengelola perusahaan," ujar  Ketua Umum FHCI Indonesia Herdy Rosadi Harman  kepada Antara di Jakarta, Senin.

FHCI sendiri, menurut Herdy, akan mengundang kemudian membahas melalui penyelenggaraan webinar-webinar terkait metode sistem kerja fleksibel atau flexiworking yang di massa normal baru (New Normal) penting.

"Supaya untuk memberikan inspirasi dan memberikan insight kepada BUMN-BUMN dalam rangka untuk menuju ke arah metode flexiworking," katanya.

Sementara itu Direktur Eksekutif FHCI Sofyan Rohidi menyampaikan bahwa segala kegiatan terkoordinasi dan terkomunikasikan secara baik serta efektif melalui peran Direktur Eksekutif yang selalu mengajak para penggiat BUMN untuk tetap semangat melalui aksi nyata.

Semangat penggiat BUMN untuk bagaimana membangun dan mengembangkan Sumber Daya Manusia atau how to develop people dalam kebersamaan dapat menjadi praktik terbaik yang bisa menjadi benchmark dan acuan oleh semua penggiat serta pemerhati human capital di Indonesia.

Sebelumnya Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Badan Usaha Milik Negara Alex Denni menilai transisi menuju tatanan normal baru menuntut perusahaan-perusahaan negara atau BUMN untuk lebih kreatif dan inovatif.

Menurut dia, dengan kondisi di mana masyarakat terbagi menjadi dua, yakni disiplin mengikuti protokol kesehatan dan abai terhadap protokol, membuat BUMN dituntut untuk harus lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan solusi baru.

Alex menjelaskan bahwa BUMN dituntut untuk dapat bereksperimen dalam mewujudkan kreasi dan inovasi dalam kondisi normal baru tersebut.

Namun demikian, tentu memerlukan izin dari pengambil keputusan untuk bisa menciptakan produk, ide dan solusi baru agar perusahaan tetap memiliki performa kinerja yang positif di tengah pandemi.

Menurut Pembina FHCI tersebut, keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, melakukan kesalahan dengan risiko yang dapat dimitigasi, serta memperbaiki kesalahan itu dengan segera, itu sebenarnya tuntutan di normal baru. (antara)