Bus Bantuan DKI Angkut Penumpang Commuter di Bojonggede dan Cilebut

Bus Bantuan DKI Angkut Penumpang Commuter di Bojonggede dan Cilebut
(Antara Foto)

INILAH, Bogor - Sebanyak 20 bus bantuan Pemprov DKI Jakarta mengangkut penumpang commuter line di Stasiun Cilebut dan  Bojonggede secara gratis Senin pagi (15/6). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang.

"Hari ini kami melakukan uji coba pelaksanaan pengangkutan penumpang commuter line dengan menggunakan bus sekolah  secara gratis menuju DKI Jakarta dengan tujuan Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Djuanda dan Stasiun Manggarai. Untuk peralihan mode transportasi penumpang commuter line ini kami mendapatkan pinjaman bus dari Pemprov DKI Jakarta," ucap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Ade Yana Mulyana kepada wartawan.

Mantan Camat Klapanunggal ini menambahkan karena dianggap cukup efektif dalam mengantisipasi penumpukan penumpang commuter line, maka ia pun berharap program ini dilaksanakan dalam jangka waktu panjang.

"Saya berharap peralihan penumpang commuter line tidak hanya dilakukam seminggu dua kali tetapi setiap hari, karena dalam pengangkutan menggunakan bis sekolah tetap melaksanakan physical distancing maka kami pun meminta jumlah armada bud ditambah lagi karena traffic penumpang commuter line dari dua stasiun diatas cukup tinggi," tambahnya.

Sementara Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Edi Nursalam menuturkan pemilihan lima trayek ke lima stasiun di DKI Jakarta merupakan hasil kajian timnya.

"Berdasarkan hasil kajian atau penelitian, warga Kecamatan Bojonggede dan Kecamatan Cilebut ini paling banyak tujuannya ke lima stasiun diatas, hingga kami hanya melayani lima trek tersebut dengan masing - masing trayek tersedia bus sekolah dengan kapasitas penumpang 13 - 14 orang," tutur Edi.

Camat Bojonggede Dadang Cece Hatomi berpendapat waktu sosialisasi peralihan mode transportasi dari commuter line ke bus sekolah ini kurang tersosialisaso hingga masih banyak masyarakat yang bingung dan kurang mengerti.

"Waktu sosialisasi program peralihan mode transportasi dari commuter line ke bus sekolah ini harusnya dilakukan sejak jauh hari, apalagi para penumpang yang umumnya karyawan tentunya membutuhkan waktu yang tepat untuk sampai ke kantornya hingga selain bimutuh tambahan armada bus, jam keberangkatannya pun harus ada kepastian karena mereka harus memikirkan kendala macet di jalan," ucap Daceha sapaan akrabnya.

Aira Nadani usia 22 tahun  penumpang commuter line yang beralih ke armada bus mengungkapkan dirinya lebih memilih menggunakan bus karena antrian panjang saat mau menaiki commuter line.

"Tadi saya lihat antrian calon penumpang commuter line menuju DKI Jakarta sangat panjang hingga keluar Stasiun Bojonggede, khawatir lama dan kurang aman hingga takut tertular wabah virus corona (covid 19), akhirnya hari ini saya mencoba  menggunakan bus sekolah bantuan dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Aira. (Reza Zurifwan)