DPP Partai Golkar Melakukan Survei Terhadap Delapan Bakal Calon Bupati Bandung

DPP Partai Golkar Melakukan Survei Terhadap Delapan Bakal Calon Bupati Bandung
net

INILAH, Bandung - Dalam waktu dekat, DPP Partai Golkar tengah melakukan survei kepada delapan bakal calon bupati Bandung. Survei ini baru dilakukan akibat terkendala pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Seleksi Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Cecep Suhendar mengatakan jika pelaksanaan survei kemungkinan hanya akan dilakukan satu kali saja.

"Ini karena terkendala pandemi, karena sebelumnya pusat berencana menggelar dua atau tiga kali survei untuk menentukan satu calon bupati Bandung," kata Cecep di Soreang, Senin (15/6/2020).

Sebelumnya, sudah banyak bakal calon yang mengklaim mendapat ranking dengan dalih hasil survei. Cecep menegaskan, survei itu bukan berasal dari pusat. Sebab survei dari pusat baru saja dilakukan.

"Itu mungkin hasil survei perorangan saja. Yang jelas bukan hasil survei DPP. Setiap bakal calon punya tim survei sendiri. Jadi ya kemungkinannya itu survei internal tim suksesnya," ujarnya.

Survei yang dilakukan DPP Partai Golkar, kata Cecep, sesuai dengan Juklak 3 Tahun 2020. Dalam juklak itu, terdapat beberapa poin lainnya selain melakukan survei. Antara lain, penentuan koalisi dan pasangan calon.

"Untuk menentukan koalisi dan pasangan calon ini dibutuhkan survei terlebih dulu. Acuannya ya hasil survei," katanya.

Cecep mengatakan, jika survei yang dilakukan oleh DPP Partai Golkar bersifat independen. Ada 10 lembaga survei yang direkomendasikan. Namun nantinya hanya satu lembaga survei yang akan ditunjuk melalui undian.

"Lembaga survei yang dipilih  sangat independen dan prosfesional. Survei dilakukan untuk mengkaji siapa yang layak jadi calon bupati dari delapan bakal calon itu," ujarnya. 

Selain itu DPP Partai Golkar juga tengah memberi instruksi kepada delapan bakal calon untuk melakukan penjajakan dan sosialisasi ke masyarakat. Hal ini bertujuan agar efek keterpilihan dari seluruh bakal calon mendominasi di masyarakat.

Tak hanya sosialisasi, DPP Partai juga menganjurkan seluruh kandidat untuk berkomunikasi dengan bakal calon dari partai lain. Sebab, DPP Partai Golkar juga sudah meminta untuk masing-masing kandidat mengajukan pasangannya.

"Saya sendiri selaku Ketua Fraksi Golkar juga sudah berkomunikasi dengan partai lain. Hasilnya, banyak partai politik yang ingin bergabung. Sudah ada beberapa. Baik yang di parlemen dan non-parlemen," katanya.

Dengan dilakukannya survei ini, kata dia, maka rekomendasi untuk penunjukan calon bupati Bandung dari Partai Golkar segera terbit. Ia berpendapat jika rekomendasi itu akan terbit pada pekan depan atau paling lama dua minggu ke depan.

"Sebenarnya kami ingin rekomendasi itu bisa cepat terbit. Karena pendaftaran ke KPU, kan, September. Jadi Juli kami sudah bisa mengantongi siapa calonnya. Sebelum pendaftaran semuanya harus sudah clear. Semoga saja bisa dipercepat seminggu ini," ujarnya. (Dani R Nugraha)