Sidang Korupsi RTH, Pengacara dan Hakim Minta Terdakwa Dihadirkan

Sidang Korupsi RTH, Pengacara dan Hakim Minta Terdakwa Dihadirkan
Ilustrasi (net)

INILAH, Bandung - Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemkot Bandung masih ditahan di Rutan KPK. Tim kuasa hukum dan majelis pun meminta agar terdakwa bisa dihadirkan saat keterangan saksi hingga selesai.

"Para terdakwa kini masih ditahan di Rutan KPK. Karena Lapas dan Rutan menolak dan belum bisa menerima tahanan baru," kata Budi Nugraha di persidangan, Senin (16/6/2020).

Kendati begitu, lanjutnya, meski dalam kondisi Covid-19, pihaknya akan mengusahakan kehadiran para terdakwa jika persidangan masuk agenda pemeriksaan saksi mahkota (saling bersaksi) dan pemeriksaan terdakwa.

Berbeda dengan tim JPU KPK, tim kuasa hukum para terdakwa meminta agar kliennya bisa dihadirkan supaya fakta yang terjadi di persidangan bisa terungkap dan memudahkan komunikasi.  "Jika pemeriksaan saksi tidak dihadirkan kita akan kesulitan mengungkap fakta di persidangan. Selain itu koordinasi kami pun terkendala karena jauhnya jarak," kata salah seorang PH.

Senada dengan kuasa hukum, Ketua Majelis T Beny Eko Supriadi meminta kepada Jaksa KPK agar bisa menghadirkan para terdakwa. Terlebih, sidang melalui Vicon sering terkendala dengan jeleknya jaringan sehingga komunikasi sering terputus.

"Tanpa mengabaikan protokol kesehatan saat pandemi ini. Kami minta jaksa mengusahakan agar para terdakwa dihadirkan," katanya.

Sidang dengan agenda dakwaan ditunda pekan depan. Dari tiga orang terdakwa, cuma Tomtom Dabul Qomar yang mengajukan eksepsi, sementara Herry Nurhayat dan Kadar Selamet tidak. (ahmad sayuti)