Tower ATR/BPN Garut Roboh, Satu Tewas Dua Luka Parah

Tower ATR/BPN Garut Roboh, Satu Tewas Dua Luka Parah
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Satu korban meninggal dunia dan dua orang lainnya cedera ketika sebuah tower triangle di halaman kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Garut Jalan Pramuka Kecamatan Garut Kota roboh saat sedang dibongkar, Senin (15/6/2020).

Korban tewas seorang anggota Divisi Komunikasi Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (Divkom-FKPM) Korwil Polres Garut Muhammad Daud Pey (60) akrab disapa Pak Jaer akibat terluka parah pada bagian kepala dan tangan karena terhempas jatuh dari ketinggian 50 meter saat memperbaiki tower yang sedang dibongkarnya.

Sedangkan dua korban luka yakni Dudung, dan Dudi. Keduanya pegawai kantor ATR/BPN Garut. 

Kejadian berawal ketika sekitar pukul 10.30 WIB, Pak Jaer bersama tiga pekerja lainnya, Pepi, Alo, dan Deni sedang membongkar untuk menurunkan tower triangle. Pak Jaer berada di puncak tower berketinggian sekitar 50 meter. Sedangkan Pepi berada di atas genting, serta Alo dan Deni memegang tambang untuk menurunkan tower.

Ketika itulah, tiba-tiba tali baja sebagai skur diangkurkan pada tanah yang merupakan tumpuan utama tower terputus. Tanpa dapat dicegah, rangka bangunan tower pun ambruk menimpa atap kantor ATR/BPN pada bagian aula. Di ruangan aula sendiri sedang berlangsung rapat para pegawai kantor ATR/BPR. 

Tak ayal, bangunan aula pun rusak parah dengan menimbulkan lubang menganga cukup besar pada bagian atap tembus hingga bagian plafon.

Bersamaan robohnya tower, Pak Jaer yang sedang berada di puncak tower terhempas jatuh ke tanah. Dia pun mengalami luka parah pada bagian kepala, dan tangan. 

Sedangkan dua pegawai kantor ATR/BPN, Dudung dan Dudi, yang sedang mengikuti rapat tak sempat menghindar ketika bagian atap aula rubuh tertimpa tower yang ambruk. Namun luka diderita keduanya tak separah Pak Jaer. 

Ketiga korban kemudian dibawa ke RSU dr Slamet Garut untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Namun nyawa Pak jaer tak bisa diselamatkan. Dia pun menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Jenazah Pak Jaer dibawa pihak keluarga ke tempat kediamannya Jalan Ahmad Jayadi RT 04 RW 01 Kelurahan Muara Sanding Garut Kota untuk dilakukan pengurusan jenazah dan pemakamannya. Korban diketahui meninggalkan serang isteri serta dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. 

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Garut Kota Kompol Uus Susilo, tower roboh diduga karena tali baja penahannya sudah usang sehingga tak kuat menahan beban.

"Semua korban dibawa ke RSU dr Slamet Garut. Korban Daud terluka parah pada bagian kepala dan tangan. Korban luka lainnya Dudung dan Dudi," ujarnya.

Terpisah, Ketua DiVKOM FKPM Toni Sumartono mengatakan pihaknya merasa kehilangan atas meninggalnya Pak Jaer akibat kejadian tersebut. Dia pun menyatakan berbela sungkawa dan berharap keluarga ditinggalkan diberikan kesabaran. (Zainulmukhtar)