Persib Masih Menantikan Kelanjutan Liga 1 2020

Persib Masih Menantikan Kelanjutan Liga 1 2020
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menantikan keputusan PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai kelanjutan kompetisi. 

Menurutnya sudah cukup lama nasib Liga 1 2020 terkatung-katung akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Terakhir pertandingan digelar pertengahan Maret lalu. 

Bahkan dari beberapa rapat virtual yang telah dilakukan, PSSI maupun PT LIB masih belum mengeluarkan keputusannya mengenai jadwal kick off Liga 1 2020. 

"Sampai sekarang belum ada kabar jika kompetisi akan bergulir lagi," kata Robert seperti dilansir laman resmi Persib, Senin (15/6/2020). 

Robert mengaku perlu kejelasan mengenai nasib Liga 1. Alasannya karena bisa membantu dirinya dan tim pelatih untuk menata kembali program yang akan diberikan kepada para pemainnya. 

"Sekarang kami semua sedang berpikir dan merumuskan waktu yang tepat untuk memulai latihan kembali," tuturnya. 

Meski demikian, pelatih asal Belanda ini tetap yakin jika pihak terkait akan memberikan keputusan yang jitu terhadap kelanjutan kompetisi sepak bola di Indonesia.

"Tapi, saya tetap berpikir positif dan berharap kompetisi akan bergulir lagi secepatnya. Setidaknya di bulan Agustus atau September," tegasnya.

Sebelumnya, Robert mengaku belum memberikan pelatihan maksimal kepada para pemainnya. Maklum, kata dia lantaran selama ini para pemainnya masih dianjurkan berlatih secara mandiri akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Dari beberapa program yang diberikan selama ini, lanjut Robert, para pemainnya hanya di fokuskan untuk meningkatkan kondisi fisiknya. 

"Tapi pergerakan di lapangan dengan bola itu belum bisa kita bangun karena kita belum bisa berlatih bersama," katanya.

Pelatih berusia 64 tahun ini pun membebaskan para pemainnya untuk membiasakan diri berlatih bola. Bahkan bisa saja memanfaatkan area seperti halaman rumah. 

Robert berharap ketika tim berkumpul, seluruh pemainnya dalam kondisi terbaiknya termasuk tidak kehilangan sentuhannya dalam memainkan si kulit bundar. 

"Kita sudah tak sabar untuk kembali bermain sepak bola. Jika nanti sudah memungkinkan, kita bisa memulainya dengan membagi kelompok dan bermain tanpa kontak fisik untuk menjaga ball feeling," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)