Pemasaran Online Jadi Strategi Andalan Industri Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Pemasaran Online Jadi Strategi Andalan Industri Bertahan di Masa Pandemi Covid-19
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Dampak pandemi Covid-19 membuat dunia industri harus berpikir keras agar usahanya tetap berjalan. Pemasaran online menjadi salah satu strategi pemasaran untuk tetap bertahan ditengah pandemi virus corona yang menggerus semua lini kehidupan. 

Salah satunya yang menerapkan strategi itu yakni produsen sepatu PT Sinar Runerrindo di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Strategi pemasaran online menjadi senjata yang ampuh ditengah sepinya pemasaram reguler. Sehingga, meskipun tekena dampak namun dirasakan tak terlalu signifikan. Bahkan, sejak awal pandemi hingga saat ini produsen sepatu dengan jumlah karyawan sekitar 2000 an orang itu sama sekali tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawannya.

"Dampak pasti ada, tapi tidak signifikan. Sekarang ini pemasaran online menjadi salah satu strategi kami untuk bertahan. Hasilnya, produksi tetap berjalan tanpa ada pengurangan. Sekarang ini kan pemasaran reguler terganggu, nah pemasaran online ini menjadi pilihan, dan sekarang sudah terlihat menggeliat," kata Manager HRD dan Umum PT Sinar Runnerrindo Romeo Beni Hutabarat saat menerima kunjungan Bupati Bandung Dadang M Naser, Senin (15/6/2020).

Dikatakan Romeo, sebelum adanya pandemi virus corona, pemasaran produk dari perusahaan tersebut sebagian besar dilakukan secara konvensional. Adapun pemasaran online hanya sekitar 30 persennya saja. Namun saat ini, presentase pemasaran hingga 50 persen secara online.

"Pemasaran sekarang terbantu online. Kami ada akun di media sosial seperti Istagram dan lainnya yang khusus menjual produk sepatu, dan animo masyarakat sangat bagus. Memang kedepan apalagi saat ini kita memasuki new normal, pemasaran online sudah menjadi suatu keharusan untuk menjawab tantangan pasar," ujarnya. 

Disinggung mengenai kendala produksi selama pandemi virus corona, Romeo mengaku tak mengalami masalah berarti. Kata dia, selama semua karyawan disiplin menerapkan protokol kesehatan tidak akan ada masalah. Selain itu memang pihaknya juga melakukan beberapa penyesuaian dengan keadaan untuk pencegahan terjadinya penyebaran virus corona di pabrik yang memliki kapasitas produksi 1 juta pasang sepatu per bulannya itu. 

"Kami menjalankan semua protokol kesehatan. Semua orang wajib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kami juga bikin penyesuaan dengan memperluas ruangan, agar karyawan bekerja dengan tetap jaga jarak. Dan sampai saat ini semua berjalam dengan baik kami tidak melakukam PHK dan tetap berproduksi," katanya. 

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M Naser mengapresiasi langkah yang diambil oleh produsen sepatu tersebut, dalam menyikapi dan antisipasi pencegahan pandemi virus corona. Sehingga, dari awal merebaknya virus corona, perusahaan tersebut tetap beroperasi namun dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut seiring dengan kebijakannya yang memang tidak menginginkan adanya industri yang berhenti beroperasi gara gara pandemi virus corona tersebut.

"Apalagi ini perusahaan yang padat karya, dimana proses dari awal sampai selesai membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Dan ini menyerap banyak tenaga kerja lokal. Langkah yang dilakukan oleh perusahaan ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh untuk yang lainnya. Dan sepatu produknya juga sangat digemari anak muda kalangan milenial, bahkan katanya sepatu dari sini sudah sampai ke istana dan dipakai Presiden Joko Widodo," ujarnya. (Dani R Nugraha)