RSU Garut Miliki Alat PCR, Mampu Memroses 30 Sampel Swab per 20 Jam

RSU Garut Miliki Alat PCR, Mampu Memroses 30 Sampel Swab per 20 Jam
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Untuk memastikan terjangkit atau tidaknya seseorang dengan Covid-19 di Kabupaten Garut, kini tak perlu lagi mengirimkan sampel swab ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) di Bandung atau Jakarta dengan mendapatkan hasil cukup lama.

Pasalnya, RSU dr Slamet Garut saat ini sudah memiliki sebuah alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR). Sehingga untuk memastikan positif atau tidaknya seseorang dari Covid-19, cukup diperiksa di laboratorium RSU dr Slamet Garut. Hasilnya pun tak perlu menunggu waktu lama.

Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, alat PCR didatangkan dari Amerika Serikat tersebut dapat menampung sebanyak 30 sampel swab per 20 jam.

“Jadi, seandainya yang positif sekarang mau di-swab yang ke dua kali, hasilnya tidak perlu menunggu 20 hari, tapi hanya butuh waktu 12 jam untuk diketahui hasil swabnya,” ujarnya usai peresmian pengoperasian alat PCR di RSU dr Slamet Garut, Senin (15/6/2020).

Rudy menyatakan, bagi kasus ODP dan PDP yang melaksanakan tes PCR di RSU dr Slamet Garut tidak dikenai biaya. Pemkab Garut sendiri telah menyediakan anggaran untuk pemeriksaan tes swab. 

"Sekali (tes) swab itu bisa menghabiskan anggaran Rp700 ribu. Namun Pemkab Garut telah menganggarkan bagi masyarakat dalam upaya pencegahan Covid–19. Maka, seluruh biayanya kami gratiskan,” ujarnya.

Rudy juga berjanji akan menambah pengadaan alat PCR untuk menambah kapasitas pelaksanaan tes swab di RSU dr Slamet Garut.

Pada hari pertama pengoperasian alat PCR di RSU dr Slamet Garut itu, Rudy sendiri menjadi orang pertama diperiksa sampel swabnya, disusul 16 orang lainnya.
Hanya berselang sekitar empat jam kemudian, hasil tes PCR dengan metode swab Rudy sudah keluar. Dia dinyatakan negatif Covid-19.

Direktur RSU dr Slamet Garut Husodo Dewo Adi mengatakan, pelayanan labolatorium PCR di RSU dr Slamet Garut diutamakan melayani kasus ODP dan PDP di Garut. Sedangkan untuk pelayanan umum masih dalam tahap evaluasi.

"Sesuai dengan tenaga medis dan alat yang ada, kami melayani 30 sampel PCR setiap harinya, Namun, kami telah mengusulkan kepada Pemkab untuk menambah satu mesin lagi guna pelayanan maksimal bagi kebutuhan percepatan pencegahan Covid–19 di Kabupaten Garut,” ujarnya. 

Husodo menyebutkan, hasil tes PCR melalui metode swab dilaksanakan hari itu terhadap Rudy Gunawan dan 16 orang lainnya menunjukkan negatif Covid-19. Termasuk sebanyak lima pasien konfirmasi positif.

Dengan begitu, ada sebanyak lima pasien kasus konfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh setelah dilakukan beberapa tes PCR. Mereka yakni empat orang asal Kecamatan Selaawi dan satu orang asal Kecamatan Leuwigoong.

"Kami masih menunggu instruksi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut terkait mekanisme pemulangannya," kata Husodo. (Zainulmukhtar)