Jalan-jalan Tak Lagi Sunyi, Kota Kembang Kembali Mekar

Jalan-jalan Tak Lagi Sunyi, Kota Kembang Kembali Mekar
Jalan-jalan Tak Lagi Sunyi, Kota Kembang Kembali Mekar

SEJAK Diberlakukannya PSBB Proporsional yang memberikan kelonggaran-kelonggaran. Kota Bandung seakan kembali menunjukkan jati dirinya. Tak ada lagi jalanan sunyi, kepadatan pun kembali hadir, Kota kembang seakan mekar kembali.

Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan Pemkot Bandung di PSBB Proposional pertama dan kedua, kembali menghantarkan geliat Kota Bandung. Tak ada lagi jalan-jalan sunyi, terlebih setelah terminal dan pusat perbelanjaan kembali diizinkan beroperasi, Kota Kembang seakan kembali kepada aslinya sebagai daerah padat dengan kegiatan ekonominya.

Sekian lama mati suri, sejumlah titik di Kota Bandung mulai bergeliat. Salah satunya terpantau di Terminal Leuwipanjang. Aktivitas di Terminal Lewupanjang mulai terlihat dengan berdatangannya penumpang dari luar daerah.

Pantauan INILAH, tampak sejumlah penumpang telah datang ke Terminal Leuwipanjang sedari pagi. Sebelum memasuki area Terminal, sejumlah protokol kesehatan pun harus ditaati para penumpang. Diantarnya, penggunaan masker dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas.

Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan, ada kenaikan bus dan penumpang baik yang datang maupun pergi. Pada hari pertama pembukaan terminal, sudah ada 100 kendaraan yang datang dengan jumlah penumpang capai 851 orang. "Kemudian untuk keberangkatan pada Sabtu kemarin ada 97 kendaraan yang mengangkut 569 penumpang," ucap Asep saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Senin (15/6)

"Untuk hari kedua naik di mana keberangkatan dari terminal ada 1.035 orang dan kedatangan 1.072 orang," sambungnya.

Kendati begitu, ternyata kondisi penumpang diakui sejumlah PO Bus belum kembali seperti semula. Seperti diungkapkan Dahlan, kondektur PO Bus Prima Jasa mengaku, jumlah penumpang bus menurun drastis dari biasanya. Terlebih dengan adanya penerapan protokol kesehatan Covid-19, setiap bus hanya diperbolehkan membawa penumpang maksimal 50 persen dari jumlah maksimal penumpang.

"Maksimal bus hanya bisa diisi 20 penumpang saja dari sebelumnya bisa mencapai 40 orang. Kadang hanya berlima atau kurang. Ini saja nunggu dari jam 8 pagi baru dua penumpang yang naik," ujar Dahlan.

Saat disinggung upaya meminimalisir kerugian penyedia jasa bus. Dahlan, menuturkan, pihaknya menaikan tarif bus hingga 50 persen. Meski begitu, jumlah tersebut belum mampu menutupi kerugian yang dialami.

Geliat di Kota Kembang tak hanya terlihat di terminal, sejumlah mal dan pusat perbelanjaan yang mulai beroperasi juga mulai terlihat adanya denyut aktivitas.

Di Bandung Indah Plaza (BIP) misalnya, mal pertama di Kota Bandung ini terlihat mulai bergeliat. Sejumlah protokol kesehatan ketat mulai diterapkan, mulai dari pengecekan suhu menggunakan thermal kamera hingga kewajiban penggunaan masker sebelum memasuki area mall.

Markom Manager BIP, Aditia Fahmi mengatakan, protokol kesehatan Covid-19 secara ketat mulai diterapkan sejak kedatangan pengunjung ke mall BIP. Para pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya melalui thermal kamera.

Lebih lanjut, Aditia menjelaskan, jika terdapat pengunjung mall yang memiliki suhu diatas 37,5 derajat celcius. Maka pengunjung tersebut pun dilarang memasuki area mall BIP. "Untuk di pintu loby utama kami ada thermal kamera di mana langsung otomatis deteksi suhu tubuh setiap orang yang masuk, lalu di situ juga ada langsung kita capture bila tidak menggunakan masker dan suhu tubuh di atas 37.5 langsung ada peringatan," ucap Aditia saat ditemui di Mall BIP, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (15/6).

Terpisah, Marketing Communication Trans Studio Mall (TSM) Bandung, Ira Siska Utami mengatakan, pihaknya juga melakukan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Namun, yang berbeda di TSM Bandung pengecekan suhu masih melakukan manual atau thermometer tembak.

Meski begitu, Ira menjelaskan, petugas yang dikerahkan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pun disiagakan mulai dari pintu masuk dan keluar, hingga di dalam Lift. "Iya kita masih manual (thermometer tembak), namun petugas kita siagakan di beberapa sudut mall, bahkan ada yang khusus ditempatkan di dalam lift," ungkap Ira saat ditemui di TSM Bandung. (ridwan abdul malik)