THM Exclusive Disegel, Ancaman Berikut Dicabut Izinnya

THM Exclusive Disegel, Ancaman Berikut Dicabut Izinnya
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya dan jajaran Satpol PP Kota Bogor menyegel tempat hiburan malam (THM) Exclusive, Kecamatan Bogor Timur, Senin (15/6) sore. Izinnya pun akan dievaluasi karena kerap menimbulkan keributan.

Bima mengatakan, banyak laporan warga kepada dirinya bahwa THM sudah buka. Ada pula yang bertanya, sudah diperbolehkan atau belum. Dia menjawab rumah makan, cafe dan restoran boleh buka asal protokol kesehatan ditaati.

“Kemarin kami cek. Berdasarkan bukti-bukti didapatkan fakta di sini ada keributan. Keributam juga karena tidak ditaatinya saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi proporsional, tidak ada physical distancing sehingga ada kerumunanan dan mengakibatkan keributan,” ungkap Bima.

Bima melanjutkan, berdasarkan aturan Pemkot Bogor, Satpol PP menyegel tempat ini dan diperintakan kepada DMPTSP untuk mengkaji untuk pemberian izin tempat ini secara menyeluruh. Apabila ada pelanggaran berat, maka akan dicabut izinnya.

“Penyegelan ini tidak akan kami patok waktunya. Pokoknya kami tutup dahulu sampai DPMPTSP mengakji secara keseluruhan, bahkan tempat ini bisa ditutup seacara permanen. Tempat ini izinnya cafe, karoke dan resto. Dilihat ada musik walaupun play list. Tetap saja ada hiburan dan kerumunan sehingga mengakibatkan perkelahian,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan Exclusive dalam pelaksanaannya masih ada penyimpangan. Karena itu, dipastikan pengawasan diperketat karena Sabtu (13/6) malam dicek dan diawasi 33 tempat yang biasa menyediakan musik hidup.

“Saya harap ini menjadi pelajaran bagi pengusaha lainnya. Dibukanya sektor ekonomi ini bukan sudah aman. Belum diperbolehkan juga untuk disk jockey (DJ) performance seperti di sini,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, sudah ada dua THM yang disegel sejak PSBB. Sebelumnya, Satpol PP juga menyegel Club 19.

“Kalau untuk cafe dan resto, ya sudah itu saja, tidak boleh yang lain. Jangan menyimpang, juga jam operasional yang melanggar. Untuk Club 19 dibuka segel di depan dan disegel bagian room karaokenya karena mereka punya hak atas resto dan cafe. Kami pastikan tidak ada room karaoke yang buka. Kita hargai juga karyawan resto dan cafe yang mencari nafkah. Belum ada karaoke yang buka. Ada beberapa laporan, tapi saat dicek ditutup. Ada beberapa lokasi menyiapkan live musik dan dj, ada dua tiga tempat lagi. Saya harap pengusaha bisa taat,” bebernya. (rizki mauludi/ing)