Fraksi PDIP dan PKB Tak Harmonis, Begini Reaksi Bupati Cirebon

Fraksi PDIP dan PKB Tak Harmonis, Begini Reaksi Bupati Cirebon
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi/istimewa

INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi meminta semua lembaga pemerintahan kondusif. Dia melihat, akhir-akhir ini ada kegaduhan di beberapa lembaga pemerintahan, termasuk di kalangan beberapa anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Hal itu berkaitan dengan sedikit memanasnya hubungan antara fraksi PDIP dan PKB.

"Sekarang kan lagi ramai ada ketidak harmonisan antara fraksi PDIP dan PKB, yang berawal dari protesnya semua kuwu yang tersinggung dengan pernyataan Aan. Jangan diperlebar lah, sudahi saja," kata Imron, Selasa (16/6/2020).

Imron mengaku, sebagai bupati harus berdiri disemua golongan, namun sebagai ketua DPC-PDIP Kabupaten Cirebon juga harus membela partai. Namun ditengah wabah corona yang masih mengintai ini, Imron berharap semua pihak bisa menahan diri dan membicarakan semua persoalan dengan duduk bersama. Tapi sampai saat ini, masih mengikuti perkembangan karena masalah tersebut sudah ditangani pengacara partai.

"Ia kabarnya ketua dewan susah daporkan ke BK dewan. Tapi kalau laporan ke polisi, saya belum tahu perkembangannya. Jaga kondusifitas saja dan kita fokus ke kepentingan masyarakat dalam menghadapi covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari fraksi PDIP, Rudiana mengaku siap mengikuti apa yang diinstruksikan Imron. Sebagai ketua partai, Imron tentu membela partai dan juga tetap membela kepentingan masyarakat. Tapi sampai saat ini, belum ada wacana duduk bersama ketua dewan untuk mencari solusi berkaiatan dengan persoalan tersebut.

"Ya kita ikuti saja apa yang diperintahkan bupati. Tapi sampai sejauh ini proses masih lanjut, kita sudah laporkan ke BK," kata Rudiana.

Rudi juga menyebutkan, tidak ada kinerja dewan yang terganggu dalam persoalan tersebut. Tapi intinya, sampai sejauh ini belum ada instruksi bupati untuk duduk bersama dan menyelesaikan dengan ketua dewan. Rudi berkesimpulan, mungkin saja pernyataan bupati tersebut ditujukan kepada ketua dewan, untuk tidak memperkeruh suasana lagi.

"Pada intinya, kami siap mengikuti apa yang bupati intruksikan," ungkap Rudiana.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi mengaku dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi kembali dengan fraksi PDIP. Luthfi mengaku, tidak ada niatan untuk memperkeruh situasi berkaitan dengan beberapa komentar di media belakangan ini. Luthfi pun berharap, persoalan tersebut tidak melebar, agar kondusifitas bisa terjaga.

"Saya tidak berniat memperkeruh suasana. Saya ingin menjaga sinergitas lembaga dengan baik. Insya allo persoalan ini bisa selesai secara baik- baik," tukasnya. 

Seperti diketahui, kasus ini berawal ketika hampir semua kuwu di Kabupaten Cirebon tersinggung dengan komentar Aan Setiawan dari fraksi PDIP. Audensi kuwu saat itu, berujung kepada aksi unjuk rasa, dan tidak mengindahkan protocol covid-19. 

Fraksi PDIP menyalahkan Luthfi karena dianggap lalai dan membiarkan kuwu melakukan aksi unjuk rasa. Fraksi PDIP juga merasa tersudutkan karena kadernya dianggap bersalah, padahal sudah meminta maaf. Luthfi yang saat itu sebagai pimpinan audensi, dituding menjadi penyebab terjadinya kekisruhan. (maman suharman)