Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Bogor Kok Bisa Rendah?

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Bogor Kok Bisa Rendah?

INILAH, Bogor – Sejak virus corona membara, baru 63 pasien di Kabupaten Bogor yang dinyatakan sembuh. Hingga kini, masih ada 218 yang menjalani perawatan. Kenapa rendah tingkat kesembuhan di Bumi Tegar Beriman itu?

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah Dwikorawati, mengungkap data  bahwa dari 299 orang yang telah terpapar wabah Covid-19, sebanyak 63 orang dinyatakan sembuh, 16 orang dikabarkan sudah meninggal dunia, 218 orang masih menjalani perawatan dan 2 orang lainnya sudah bukan lagi warga Kabupaten Bogor.

“Rendahnya angka kesembuhan atau masih banyaknya pasien wabah Covid-19 yang masih menjalani perawatan karena proses protokol dinyatakan benar - benar sembuh itu minimal harus menjalani masa negatif dua kali dalam pelaksanaan swab test yang rentang waktunya 2 x 2 minggu atau dua kali dalam sebulan,” tutur Ifah, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Cibinong, Selasa (16/6/2020).

Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah ini menjelaskan bahwa untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga saat ini ada 260 orang, sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 352 orang.

“Untuk jumlah ODP tidak ada peningkatan atau berkurang. Hanya jumlah PDP saja yang ada peningkatan dari sebelumnya 348 orang menjadi 352 orang. Hari ini ada 3 orang PDP yang meninggal dunia hingga total PDP yang sudah alamarhum atau almarhumah itu ada 125 orang," jelasnya. 

Ifah melanjutkan bahwa dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional masyarakat diharapkan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“AKB dalam arti sebenarnya. Bukan kembali ke masa lalu ketika pandemi wabah Covid-19 belum menyebar, akan tetapi menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan Covid-19 seperti selalu memakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan hindari keramaian," lanjut Ifah. (Reza Zurifwan)