Novel Akui Sejak Awal Sudah Banyak Masalah

Novel Akui Sejak Awal Sudah Banyak Masalah
inilah.com

INILAH, Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengakui bahwa sejak awal penanganan kasus penyerangan terhadapnya, banyak kejanggalan yang ditemukan.

Sehingga saat tuntutan 1 tahun dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Novel tak kaget lagi.

"Saya ingin menjelaskan bahwa penyidikan perkara ini sejak awal proses masalahnya banyak sekali," kata Novel dalam sebuah diskusi daring, Senin (15/6/2020).

Sejak penetapan 2 orang sebagai tersangka, Novel tak mendapat penjelasan latar belakang serta alat bukti yang mendasari penetapan tersangka pelaku penyerangan terhadap dirinya.

Begitu juga pasal yang disangkakan."Saya menggarisbawahi pasal yang ditetapkan penyidik yaitu pasal 170, saat itu saya katakan kepada penyidik bahwa pasal ini tidak tepat dan tentunya akan bebas karena pelakunya hanya satu," kata Novel.

"Seharusnya pasal yang dijerat kepada pelaku, kalau memang dia pelakunya adalah pasal 340 jo 53, percobaan pembunuhan berencana itu sebagai primer dan kemudian sebagai subsider pasal 355 ayat 2 jo 356," kata Novel.

Dalam surat dakwaan, pasal yang didakwakan menjadi 355, lumayan kata Novel. Namun kejanggalan lain muncul yakni air yang disiramkan kepadanya, berubah jadi air aki.

"Dilihat dari fakta lapangan bahwa air yang disiram ke muka saya itu dicium baunya ole saksi lain sangat menyengat, ketika mengenai muka saya luka bakar, dan ketika mengenai beton akibatnya beton berubah warna dan melepuh, dan fakta itu menunukan air itu bukan air aki," ungkapnya.

"Hal ini yang saya lihat semakin aneh, dan puncaknya adalah ketika kemudian ditut satu tahun, bayangkan kalau pun perbuatan itu disebut penganiayaan, itu penganiayaan paling lengkap, kalau ancaman hukuman satu tahun untuk perkara seektrem itu, maka bagaimana dengan penganiayaan lainnya, belum lagi kalau kita melihat saya diserang sebagai penyidik petugas pemberantas korupsi, di sini bentuk perlundungan negara yg abai sekali, tentutnya saya memandang bahwa hal ini perlu disikapi dengan serius, saya sudah menyampaikan protes dengan lugas, serius dan keras," keluhnya. (inilah.com)