Bantu Negara Pulihkan Ekonomi, Ayo Borong ORI017

Bantu Negara Pulihkan Ekonomi, Ayo Borong ORI017
istimewa

INILAH, Jakarta - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko meluncurkan meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) dengan seri ORI017 pada Senin (15/6/2020).

Di mana, masa penawaran obligasi berlangsung sejak diterbitkan hingga 9 Juli 2020, dengan kupon yang ditawarkan sebesar 6,40% per tahun.

Besaran kupon tersebut bersifat fixed rate hingga waktu jatuh tempo tiba pada 15 Juli 2023 mendatang. Pembelian minimal ORI017 Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Saat peluncuran, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, pandemi Covid-19 tidak pernah diperkirakan bakal terjadi. Kondisi sulit dimulai dengan krisis kesehatan, berdampak kepada kehidupan sosial dan perekonomian.

"Untuk itu, perlu gerakan kolektif dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan yang terjadi," papar Luky.

Kata dia, peluncuran ORI017 sangat tepat karena masyarakat memerlukan investasi yang aman, mudah, terjangkau serta dapat dicairkan sebelum jatuh tempo. Selain itu, ORI017 menjadi sumber pembiayaan bagi APBN. Hasil penjualannya masuk keranjang APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dampak Covid-19. "Beli ORI017 sama halnya masyarakat berpartisipasi langsung dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia," tegasnya.

Sementara, Plt Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan Pengelolaan dan Risiko Kemenkeu (SUN DJPPR), Deni Ridwan mengatakan, pemerintah melihat saat adanya kebijakan work from home (WFH) justru investor yang berinvestasi di pasar saham semakin bertambah. "Hal ini terlihat dari pengajuan Single Investor Identification (SID) yang meningkat. Artinya banyak orang yang pendapatannya tetap tapi spending-nya berkurang," ujar Deni.

Maka dari itu, pemerintah optimistis bahwa masih ada investor yang akan membeli ORI. Meskipun jadwal penerbitannya dipercepat menjadi di bulan Juni-Juli dari jadwal biasanya yang berkisar pada bulan Oktober-November Selain itu, pemerintah juga melihat dana masyarakat di perbankan pada periode ini semakin tinggi.
Dengan demikian, artinya masih ada excess cash yang bisa diinvestasikan pada ORI. "Selain itu kami melihat ternyata preferensi dari investor adalah investasi yang aman, tapi di sisi lain mudah untuk dicairkan atau bisa memiliki likuiditas," papar Deni.

Bagi yang tertarik membeli ORI017 ini, caranya cukup mudah. Bisa melalui transaksi elektronik di 25 mitra distribusi. Ada perbankan misalnya BCA, BRI, BTN, BNI, Bank Mandiri, CIMB, Bank Danamon dan beberapa lainnya. Adapula perusahaan efek (sekuritas) seperti Trimegah, Danareksa, Bahana, Mandiri. Atau perusahaan fintech seperti Investree dan Modalku. (inilah.com)