PKS-PA 212 Bicara Pilpres 2024 Masih Prematur

PKS-PA 212 Bicara Pilpres 2024 Masih Prematur
inilah.com

INILAH,  Jakarta - Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menyoroti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang menyatakan tidak mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang. Menurutnya, terlalu prematur membahas Pilpres 2024 saat ini.

"Pilpres 2024 masih jauh, tapi ada orang yang sudah menyatakan tidak mendukung Prabowo dan sebagainya. Ini premature dan tidak etis. Karena kita tahu saat ini orang sedang sibuk urus pandemi Covid-19 ya, lantas orang-orang ini sudah bicara soal Pilpres dan sebagainya, dimana keberpihakan mereka," kata Wempy.

Wempy menambahkan, sikap PKS dan PA 212 itu justru akan menimbulkan sentimen negatif dari publik bahwa kelompok tersebut hanya memiliki kepentingan politik pragmatis.

"Saya kira sebenarnya ini sinyal yang kuat dari publik bahwa teman-teman ini (PKS dan PA 212) hanya mendapatkan ingin sesuatu dari Prabowo. Berbicara soal Pilpres ini masih terlalu prematur, hanya orang-orang pragmatis yang punya kepentingan politik yang selalu membicarakan politik padahal kan Pilpres masih lama masih 4 tahun," tutupnya.

Diketahui sejumlah elite Partai Gerindra memberi sinyal Prabowo Subianto bakal maju kembali sebagai capres di Pilpres 2024, tapi dengan syarat, diminta kembali oleh kader.

Menanggapi hal tersebut, PKS yang pada Pilpres 2014 dan 2019 mendukung Prabowo Subianto, enggan mendukung kembali Prabowo di Pilpres 2024. Selain itu kelompok PA 212 yang mendukung Prabowo di Pilpres 2019 juga menyatakan hal yang sama dengan PKS. (inilah.com)