Manfaatkan Lahan Kosong, Ponpes di Sukabumi jadi Zona Ketahanan Pangan

Manfaatkan Lahan Kosong, Ponpes di Sukabumi jadi Zona Ketahanan Pangan

INILAH, Sukabumi,- Polres Sukabumi Kota menjadikan pondok pesantren (ponpes) yang ada di Sukabumi, Jawa Barat sebagai zona ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahannya untuk ditanami tanaman pangan jenis sorgum.

"Tugas kami (Polri) tidak hanya menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas daerah saja, tetapi ikut menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah hukum kami salah satunya bersinergi dengan ponpes untuk memanfaatkian lahannya untuk ditanami tanaman pangan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni di Sukabumi, Selasa (16/6/2020).

Progam ini pun disambut baik dan mendapatkan dukungan dari pihak ponpes yang salah satunya Ponpes Darussyifa Al-Fithroh Perguruan Islam Yaspida di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Tidak tanggung-tanggung, pihak ponpes menyediakan lahan seluas sekitar dua hektare untuk ditanami sorgum yang benihnya berasal dari bantuan Polres Sukabumi Kota. Selain memberikan benih, polwan pertama yang menjabat Kapolres di Sukabumi juga mengedukasi santri dan para pengurus ponpes bagaimana cara menanam sorgum yang benar agar bisa menghasilkan panen maksimal.

Menurutnya, penanaman sorgum yang dilakukannya merupakan salah satu program unggulan Polres Sukabumi Kota untuk meningkatkan zona ketahanan pangan sebagai proyek percontohan dan akan dikembangkan tidak hanya di ponpes saja.

Pihaknya menargetkan seluruh ponpes yang ada di wilayah hukumnya bisa ikut memanfaatkan lahannya untuk ditanami tanaman pangan. Tidak hanya komoditas sorgum saja, tetapi jenis tanaman pangan lainnya yang bisa dikembangkan untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan ini.

Dipilihnya sorgum sebagai tanaman pada program ini, karena bisa dijadikan pangan pokok dan alternatif pengganti beras untuk warga. Mudah dikembangkan, mempunyai kandungan gizi yang ternyata lebih tinggi dari beras. "Pengembangan tanaman pangan sorgum ini agar ponpes mempunyai zona ketahanan pangan minimal untuk kebutuhan sendiri atau nanti bisa untuk kepentingan masyrakat yang lebih luas," tambahnya.

Sumarni berharap masyarakat secara perlahan menghentikan ketergantungan terhadap beras, karena masih banyak sumber pangan lainnya seperti sorgum ini. Selain itu, sorgum juga bisa diolah menjadi berbagai macam kuliner asalkan kreatif dan berani berinovasi.

Sementara, Pimpinan Ponpes Darussyifa Al-Fithroh KH E Supriatna Mubarak mengapresiasi langkah Polres Sukabumi Kota dalam upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan yang bersinergi dengan ponpes melalui penebaran benih sorgum di lahan seluas dua hektare.

"Melalui kerjasama antara kepolisian dengan pesantren untuk membangun ketahanan pangan tidak hanya hanya sebatas untuk memenuhi ketersediaan pangan, tetapi banyak ilmu yang bisa didapat karena kita tidak bisa terus mengandalkan beras untuk makanan utama, tapi harus berinovasi dan berkreasi dengan mengembangkan tanaman pangan lainnya seperti sorgum ini," katanya.