Antrean Pendaftaran di RSUD Soreang Tak Normal, Ada yang Datang dari Subuh

Antrean Pendaftaran di RSUD Soreang Tak Normal, Ada yang Datang dari Subuh
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Pengambilan nomor antrean pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang Kabupaten Bandung, dikeluhkan warga karena di luar kewajaran. Jika tak ingin kehabisan nomor antrean, calon pasein harus mengambil nomor antrean jam 04.00 WIB subuh. 

Ade Amhad (55) salah seorang warga Kecamatan Rancabali terpaksa harus dua hari bolak balik ke RSUD Soreang hanya untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan atau rujukan istrinya di rumah sakit tersebut. Hari pertama ia bersama istri datang sekitar pukul 08.00 WIB. Namun petugas di rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa nomor antrean sudah habis. Sehingga mereka diharuskan kembali lagi besok.

"Saya sampai dua kali datang kesini. Karena nomor antrean sudah enggak ada atau kuotanya sudah habis dari jam 4 subuh. Saya rasa ini adalah keadaan tidak normal, masa nomor antrean diambil dari jam 4 subuh, terus diambilnya kesiapa, apa memang ada petugas yang kerja dari jam 4 subuh. Saya jadi ada dugaan kalau nomor antrean ini diperjual belikan atau ada imbalan jasa pada seseorang atau siapa saja yang bisa mengatur nomor antrean," kata Dede. 

Dikatakan Dede, meskipun petugas disana mengatakan jika kuota telah habis. Namun petugas tersebut tidak menjelaskan berapa kuota antrean di rumah sakit tersebut. Dan seharusnya pihak rumah sakit juga bisa menghitung kemampuan atau kapasitas praktik dokter disetiap poli rumah sakit tersebut. Dengan begitu, dapat diperkirakan jumlah antrean yang dikeluarkan oleh rumah sakit tersebut setiap harinya.

"Kasihan yang sudah datang jauh jauh dan yang bawa rujukan dari fasilitas kesehatan pertama enggak bisa mendapatkan pelayanaan hari itu juga si RSUD Soreang. Itu kan rumah sakit milik pemerintah daerah tapi kok pelayanannya tidak mencerminkan semangat pelayanan prima pada masyarakat. Jangan sampai keadaan ini nanti terjadi juga di RSUD Soreang yang baru di Jalan Gading Tutuka," katanya. 

Nada miring soal pelayanan nomor antrean di RSUD Soreang juga diungkapkan oleh salah seorang warga Soreang, Ujang Samsu (50). Berdasarkan pengalamannya berobat di rumah sakit tersebut, calon pasien memang datang dari sekitar pukul 04.00 WIB. Agar tidak didahului orang lain, sampai sampai helm, tas dan barang bawaan pasien lainnya dijadikan penanda antrean.

"Yah memang kalau datang sekitar jam 7-8 juga nomor antrean pasti sudah habis. Nah kalau kita mau dapat nomor antrean coba saja minta tolong sampa petugas keamanan atau ada juga oknum pedagang di luar rumah sakit yang pegang nomor antrean. Biasanya bayar atau istrilahnya uang jasa kepada mereka, antara Rp 10 sampai Rp 50 ribu. Dan ini sudah berlangsung lama di rumah sakit tersebut serta seolah terjadi pembiaran oleh pengelola rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit RSUD Soreang dr Iping Suripto hingga berita ini diturunkan belum dapat dikomfirmasi. Iping tidak menanggapi panggilan telepon. (rd dani r nugraha).