Belum Kantongi IMB, Kampus 2 UMC Terancam Dibongkar

Belum Kantongi IMB, Kampus 2 UMC Terancam Dibongkar

INILAH, Cirebon - Seluruh bangunan Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang berlokasi di Jalan Fatahilah Nomor 40, Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal bangunan di kampus ini sudah berdiri dan beroperasi lama.

Atas temuan tersebut, Jaringan Aktivis Cirebon menyoal dan menuntut agar pihak kampus menaati aturan serta meminta agar dinas teknis yang menanganinya bertangung jawab. Bahkan, karena telah melanggar amanat Undang-Undang menuntut segara bangunan kampus dibongkar.

Perwakilan Jaringan Aktivis Cirebon, Chek Ronny menyampaikan, status bangunan Kampus 2 UMC ilegal karena sampai sekarang belum mengantongi IMB dalam pendiriannya. Padahal, kata dia, bangunan sudah berdiri lama, tetapi kenapa IMB-nya belum ada. Hal ini, kata dia, jelas-jelas melanggar aturan 

"Pemilik bangunan dalam hal ini Universitas Muhammadyah Cirebon (UMC), harus dikenakan sanksi berupa denda 10 persen dari nilai bangunan yang telah dibangun sesuai Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Karena tidak mengantongi IMB," kata Chek Ronny, Selasa (16/6/2020).

Atas pelanggaran tersebut, pihaknya juga menuntut Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon  bertanggung jawab, karena dinilai telah melakukan pembiaran atas pelanggaran yang terjadi.

"Kami asumsikan bahwa Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Cirebon, Agas Sukma Nugraha telah membiarkan Kampus 2 Universitas Muhammadyah Cirebon (UMC) tersebut berdiri tanpa izin dan tidak memiliki IMB," katanya.

Perwakilan Jaringan Aktivis Cirebon lainnya, Alan menyampaikan, pihak Kampus 2 UMC telah melanggar  Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

"Kami meminta Kadis DCKTR, Agas Sukma Nugraha  untuk membongkar bangunan Kampus 2 UMC, karena telah melanggar peraturan yang berlaku," kata Alan.

Saat dikonfirmasi, Rektor UMC, Prof. Wahidin membenarkan bahwa Kampus 2 UMC belum memiliki IMB. Namun kata dia, sekarang tengah diproses oleh pihaknya

 "IMB sudah diproses. Nanti ngobrol langsung sama Mas Arif yang mengurus IMB-nya ya," kata Prof. Wahidin lewat telepon selulernya.

Sementara itu, Arif Nuruddin selaku yang mengurus IMB sekaligus menjabat Wakil Rektor III UMC mengaku, tahap mengurus IMB untuk kampusnya sekarang baru didesiminasikan. Jadi kata dia, pihak terkait memberi masukan dan arahan kepada pihaknya. 

"Dan tadi yang hadir ada 20 orang ada dari Bappeda, PUPR, LH dan lainnya. ya mudah-mudahan sebentar lagi final," ungkap Arif.

Sebenarnya lanjut Arif, terkait IMB, kampus tidak menyangka kalau belum diurus.  Harusnya kontraktor sendiri yang mengurus semua perizinan.  Dari situlah, kampus berinisiatif melakukan pengurusan IMB. 

"Mau bikin icon di Watubelah itu ternyata setelah ditelusuri ke bawah ini tidak ada IMB-nyw. Dulu kan kontraknya, perjanjiannya ada IMB-nya. Akhirnya baru diurus sekarang ini," ungkap Arif. (maman suharman)