Empat Hari Perdana KA Jarak Jauh, Daop 2 Angkut 700 Penumpang

Empat Hari Perdana KA Jarak Jauh, Daop 2 Angkut 700 Penumpang
net

INILAH, Bandung - Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mulai mengoperasikan KA jarak jauh sejak Jumat (12/6/2020) lalu. Manajer Humas Daop 2 Noxy Citrea mengatakan sejak awal operasionalisasi itu, pihaknya mengangkut ratusan penumpang.

"Penumpang yang berangkat dengan KA Kahuripan dan Serayu Pagi dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 2 mulai tanggal 12-15 Juni 2020 kemarin kurang lebih berjumlah 700 penumpang," kata Noxy, Rabu (17/6/2020).

Dia menghimbau kepada calon penumpang untuk datang paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal tersebut dikarenakan pada saat borading, ada tahapan verifikasi berkas oleh petugas dan kelengkapan penumpang lainnya sebelum diizinkan naik KA.

Hingga Senin (15/6/2020) kemarin, beberapa calon penumpang batal berangkat dengan bermacam sebab. Penyebab dominan adalah tidak lengkapnya data yang dibawa penumpang saat boarding pass, diantaranya tidak menyertakan hasil PCR / Rapid Test, serta surat izin keluar masuk (SIKM) khusus penumpang yang menuju DKI Jakarta.

Menurutnya, sengan dioperasikannya kembali perjalanan KA reguler pihaknya menyusun berbagai langkah adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang harus dipatuhi seluruh penumpang.  Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, Daop 2 menerapkan berbagai persyaratan ketat untuk naik kereta api, baik untuk penumpang KA Jarak Jauh maupun KA Lokal.

Calon penumpang diharuskan untuk melengkapi persyaratan naik KA Jarak Jauh diantaranya (1) menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid-test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan, (
2) menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau rapid test, (3) mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler, (4) selain itu, khusus bagi calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki SIKM DKI Jakarta, (5) penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, batuk dan demam, (6) wajib mengenakan masker, (7) suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, (8) menggunakan pakaian pelindung (jaket atau pakaian lengan panjang).

Khusus untuk perjalanan KA jarak jauh penumpang diharuskan mengenakan face shield yang disediakan KAI selama dalam perjalanan hingga stasiun tujuan. Khusus untuk penumpang infant, diwajibkan membawa face shield sendiri saat menggunakan kereta api jarak jauh.

Untuk pengaturan pshyical distancing, saat ini KAI hanya menjual tiket 70% tiket dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tiket dapat dipesan secara online melalui aplikasi KAI Access dan channel online lainnya mulai H-7 dan untuk penjualan tiket di loket stasiun dilayani mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

“Jika saat proses boarding (pengecekan tiket) penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh 100%,” pungkas Noxy. (*)