Persib Perpanjang Latihan Mandiri

Persib Perpanjang Latihan Mandiri
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts terpaksa harus menunda keinginannya mengumpulkan para pemainnya untuk menjalani latihan bersama.

Pasalnya Pemerintah Kota Bandung memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semula hingga 12 Mei, menjadi 29 Mei 2020 mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah Wali Kota Bandung Oded M Danial yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (Covid-19) Kota Bandung mengadakan rapat terbatas dengan pimpinan Forkopimda.

"Bagaimana kami memulai latihan bersama lagi, saya harap segera mungkin," harap Robert seperti dilansir laman resmi Persib, Rabu (17/6/2020).

Karena itu, pelatih asal Belanda ini terpaksa memperpanjang program latihan mandiri untuk para pemainnya. Diharapkan aktivitas itu terus dilakukan agar kondisi kebugaran tetap terjaga.

"Untuk saat ini, kami masih menggelar latihan mandiri," kata Robert.

Tak hanya itu, Robert juga mengaku tidak bisa berbuat banyak pada timnya lantaran PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum membuat keputusan mengenai kompetisi.

Kompetisi tertinggi tanah air itu belum dapat dijalankan kembali setelah ditangguhkan pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi Covid-19.

Padahal, kata Robert keputusan kompetisi ini sangat dinantikannya selama ini. Sebab sudah lebih dari tiga bulan, tidak ada pertandingan yang dihadapi.

"Sekarang kami semua sedang berpikir dan merumuskan waktu yang tepat untuk memulai latihan kembali," tuturnya.

Disisi lain, bek Persib Bandung, Fabiano da Rosa Beltrame membenarkan bahwa keputusan kompetisi sangat dinantikannya selama ini. Bahkan pemilik nomor punggung 15 ini mengaku sudah sangat rindu dengan aktivitas sepak bola di Indonesia.

"Ya, tentunya semua, bukan hanya saya yang sedih karena sepak bola harus berhenti. Tentu ini bukan sesuatu yang diharapkan," ungkap Fabiano.

Meski demikian, pemain yang di musim ini sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ini mengaku harus berbesar hati. Menurutnya kesehatan menjadi prioritas utama bagi seluruh masyarakat.

"Yang penting semua harus kembali normal. Kita sama-sama bekerja agar penyebaran virus bisa berhenti," tutup Fabiano mengakhiri. (Muhammad Ginanjar)