DPRD Jabar Minta Semua Pihak Jangan Intervensi PPDB

DPRD Jabar Minta Semua Pihak Jangan Intervensi PPDB
net

INILAH, Bandung – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan meminta kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan intervensi dalam pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

Dia mengatakan, niat menolong dengan memberikan rekomendasi agar siswa pendaftar bisa masuk sekolah yang sesuai keinginannya, bukan langkah yang bijak. Dia mengingatkan, biarkan pelaksanaan PPDB  berjalan sesuai aturan dan percayakan kepada proses yang sudah ditetapkan. Apalagi sambung Dadang, saat ini sudah ada tim Saber Pungli yang siap mengawasi sekaligus menyosialisasikan, agar tidak ada kecurangan dalam penyelenggaraan PPDB.

“Pada intinya, kami akan menjaga agar tidak ada yang namanya rekomendasi. Biarkan berjalan apa adanya. Saya ingatkan kepada siapapun, agar jangan mengganggu. Biarkan dinas terkait bekerja, Saya kasihan dengan kepala sekolah, dikejar-kejar karena titipan. Biarkan mereka bekerja dengan tenang,” kata Dadang kepada INILAH, Rabu (17/6/2020).

“Kami juga bekerjasama dengan Saber Pungli dari Polda Jabar, untuk melakukan sosialisasi terhadap segala kemungkinan kecurangan. Sebab mensosialisasikan pencegahan lebih baik. Jangan lah memberikan rekomendasi, dengan maksud menolong. Itu menolong dengan cara yang salah. Kami memberikan keleluasaan kepada tim Saber Pungli untuk memberi pemahaman kepada semua pihak, rambu apa saja yang sesuai dengan ketentuan saat ini,” lanjutnya.

Dadang pun mengaku tidak segan mendorong tim Saber Pungli, untuk menindaklanjuti pelaku kecurangan ke jalur hukum, guna menjamin pelaksanaan PPDB berjalan adil dan baik. Supaya jangan sampai ada peserta didik, yang akhirnya dirugikan karena prilaku oknum tertentu untuk mengganggu proses pendaftaran.

“Seperti ada kejadian di Banjar, ada kasus penyalahgunaan. Sudah ditindak tegas. Ini kita dorong kepada sanksi hukum, tidak hanya administrasi. Pada intinya saya senang adanya Saber Pungli, untuk menjaga jangan sampai ada kejadian lagi,” ucapnya. (Yuliantono)