Hikmah Zona Merah Covid-19, Desa Gunung Putri Kini Daulat Pangan

Hikmah Zona Merah Covid-19, Desa Gunung Putri Kini Daulat Pangan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Gunung Putri - Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor pernah menjadi zona merah penyebaran wabah virus corona karena dua orang warganya yang merupakan suami istru dan berprofesi sebagai tenaga medis di DKI Jakarta tertular wabah tersebut di lokasi tempat mereka bekerja.

Namun, walaupun suami istri itu telah sembuh dan Desa Gunung Putri kembali menjadi zona hijau penyebaran wabah Covid-19, Desa Gunung Putri masih menjadi Desa Tangguh Lodaya.

Dengan julukan Desa Tangguh Lodaya, Desa Gunung Putri yang menerapkan protokol kesehatan hingga lingkungan RT ini, mereka  tidak hanya diuntungkan dengan minimnya penyebaran wabah Covid-19, tetapi juga menurunnya angka kriminalitas dan meningkatnya angka ketahanan pangan.

"Dengan menjadi zona merah penyebaran wabah Covid-19, kami seluruh warga Desa Gunung Putri secara swadaya membuat portal hingga lingkungan RT, lalu kami juga memberdayakan lahan tidur menjadi kolam ikan dan menjadi lahan pertanian sayur mayur," ucap Daman Huri Kades Gunung Putri kepada wartawan, Rabu (17/6).

Ia menambahkan, dengan langkah-langkah di atas yang terjadi di banyak lingkungan RW, ternyata membuat Desa Gunung Putri tidak lagi menjadi sasaran para pelaku kriminal seperti kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Hikmah menjadi zona merah penyebaran wabah Covid-19, angka curanmor maupun jenis kejahatan lainnya menurun, lalu hasil panen ikan maupun sayur mayur selain dikonsumsi sendiri juga sudah kami jual ke Pasar Gunung Putri maupun Pasar Cibinong hingga ada pendapatan tambahan buat warga kami," tambahnya.

Melihat  keberhasilan di bidang ketahanan pangan di tingkat RT dan RW, Daman mengungkapkan permohonan bantuan benih ikan maupun bibit sayur mayur kepada Pemkab Bogor.

"Mohon kiranya Ibu Bupati Bogor Ade Yasin bisa mendukung langkah warga kami dalam upaya berkedaulatan pangan, kami hari ini memohon ada bantuan benih ikan dan bibit sayur mayur kepada warga Desa Gunung Putri," ungkap Daman.

Kepala Polres Bogor AKBP Roland Ronaldy yang memprakarsai Desa Tangguh Lodaya merasa bangga akan keberhasilan Desa Gunung Putri disaat menghadapi pandemi Covid-19.

"Sebenarnya potensi kedaulatan maupun ketahanan pangan itu bisa dilakukan di desa ataupun kota, karena Desa Gunung Putri yang dikelilingi industri ternyata bisa menjadi Desa Tangguh Lodaya, kami harapkan desa lainnya di Kabupaten Bogor melakukan langkah serupa karena ketahanan pangan ini bekal kita dalam memerangi wabah Covid-19," ucap AKBP Roland.

Bupati Bogor Ade Yasin yang ikut meresmikan Desa Tangguh Lodaya mengaku jajarannya sudah siap memberikan bantuan 4.000 benih ikan mas dan ribuan bibit tanaman sayur mayur.

"Selain akan memberikan bantuan benih ikan mas seperti permintaan warga, kami pun sudah siap memberikan bantuan bibit jagung manis, terong, buncis, tomat, bayam dan caisim kepada masyarakat Desa Gunung Putri," kata Ade.

Politisi PPP ini berharap semua desa atau kelurahan di Bumi Tegar Beriman bisa menjadi Desa Tanguh Lodaya yang secara gotong royong atau mandiri ternyata tangguh dalam hal sosial, bencana, keamanan dan ekonomi.

"Desa Tangguh Lodaya ini menjadi role model dan harus menjadi percontohan bagi 434 desa atau kelurahan lainnya, Desa Tangguh Lodaya harus bisa menerapkan protokol kesehatan seperti  wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangam, wajib menjaga jarak dan lainnya harus menjadi adaptasi kebiasaan baru hingga kita semua terhindar dari resiko terpapar wabah Covid-19," harapnya.

Ade melanjutkan agar kedepan masyarakat Bumi Tegar Beriman juga tangguh informasi dengan mengetahui sendiri infornasi atau berita mana yang benar ataupun hanya hoaks.

"Informasi bahwa wabah Covid-19 hanya rekayasa itu sama sekali hoaks, karena wabah covid 19 itu telah menyebar ke 27 kecamatan dari 40 kecamatan dimana 16 orang telah meninggal dunia, 65 orang telag sembuh, 220 orang masih menjalani perawatan," lanjut Ade

Terpisah, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memaparkan adanya Desa Tangguh Lodaya seperti Desa Gunung Putri telah membantu pemerintah daerah maupun pusat dalam hal ketahanan pangan.

"Ketahanan atau ketersediaan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak bencana wabah Covid-19 sementara ini kan kekuatan anggarannya hanya sampai Bulan Juli dan kalau pihak desa bisa mengupayakan ketahanan atau kedaulatan pangan maka itu sebuah upaya yang telah membantu pemerintah daerah maupun pusat," papar Iwan. (Reza Zurifwan)