KBM Tidak Efektif Akibat Covid-19, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Berinovasi

KBM Tidak Efektif Akibat Covid-19, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Berinovasi
net

INILAH, Bandung – Sejak merebaknya pandemi corona virus disease 19 (Covid-19), seluruh aktivitas tatap muka terpaksa harus dibatasi guna mencegah penyebaran, termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sehingga sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terpaksa ditempuh, agar siswa dapat mengejar ketertinggalan pelajaran.

Meski proses PJJ kurang efektif, terutama di daerah, lantaran terbatasnya kemampuan dan pemahaman terhadap teknologi. Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan menilai, tidak ada pilihan lain yang dapat dilakukan agar siswa tetap menerima pelajaran di masa penanganan pandemi.

Hanya saja kata dia, hal tersebut dapat diminimalisir andai pemerintah provinsi bisa terjun langsung berinovasi salah satunya dengan memfasilitasi kekurangan tersebut. Menurutnya, di daerah tidak hanya peserta didik yang terhambat dalam proses PJJ. Tenaga pengajar pun mengalami kendala serupa, sehingga harus dibantu agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai harapan. Bahkan kata Dadang, bukan tidak mungkin PJJ dapat menjadi program jangka panjang jika dapat dibangun dengan baik.  

“Setelah tiga bulan ini, mengenai kualitas anak didik. Efektivitasnya masih kurang. Pemerintah jangan hanya terpaku memerhatikan SPP gratis saja. Tetapi bagaimana memfasilitasi teknologi, terutama pada guru yang mengajar. Tidak ada salahnya, kalau ini jadi program jangka panjang. Harus ada inovasi, agar sistem pendidikan kita bisa berjalan dengan baik walaupun dalam kondisi seperti ini,” ujar Dadang kepada INILAH, Rabu (17/6/2020).

Tidak hanya itu, dia pun berharap pihak sekolah juga dapat lebih kreatif dalam membangun sistem belajar agar hubungan emosional antara guru dan siswa tetap terjaga meski tengah dalam proses PJJ. Selain itu sambung Dadang, dibutuhkan pula perhatian dari orangtua siswa terkait perkembangan anaknya agar pelaksanaan PJJ ini dapat berjalan maksimal.

“Jika di sekolah disediakan teknologi yang baik, kemudian ada kreativitas dari sekolah dalam berinovasi terhadap sistem belajar. Hubungan emosional antara guru dan murid pasti tetap akan terjaga, walaupun kondisinya PJJ. Sekarang sudah banyak contoh, yang mungkin bisa ditiru. Ini himbauan juga untuk semua, ada hal positif dibalik ini. Dimana orangtua punya kesempatan untuk menguji kualitas anaknya, asalkan ada kemauan. Jadi dibutuhkan juga peran serta orangtua, mengenai perkembangan pendidikan anak. Selain tentu saja kami memberikan masukan untuk memperbaiki ini. Intinya kita tidak boleh mengeluh, tidak boleh menyerah. Bagaimana caranya PJJ ini bisa lebih baik dan kualitasnya sama dengan tatap muka,” tandasnya. (Yuliantono)