DMI Keukeuh Salat Jumat Dua Gelombang, MUI Tegaskan Tidak Sah!

DMI Keukeuh Salat Jumat Dua Gelombang, MUI Tegaskan Tidak Sah!
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Dewan Masjid Indonesia (DMI) baru saja mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanan salat jumat dua gelombang. Dalam pelaksanaannya, DMI menyarankan tata cara penyelenggaraannya disesuaikan dengan ganjil atau genap nomor telfon jamaah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar menegaskan pelaksanaan salat Jumat dua gelombang tidak sah. Hal itu berdasarkan fatwa MUI Nomor 10 tahun 2000 terkait pelaksanaan salat jumat.

"Salat Jumat dua shif itu, MUI sudah berpegang pada fatwa MUI itu sudah ada Nomor 10 Tahun 2000. Bunyinya salat Jumat dua shif itu dianggap tidak sah," ucap Rafani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2020).

Selain itu, Rafani mengungkapkan, polemik himbauan DMI terkait salat Jumat dua gelombang sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Pasalnya, tidak adanya hukum syari yang membenarkan terkait penerapan sholat jumat dua gelombang.

"Dari kemarin-kemarin sudah disampaikan ke masyarakat juga oleh kita karena tidak ada alasan syar'i-nya," tegas Rafani.

Meski begitu, Rafani menambahkan bilamana ada masjid yang bersikukuh menyelenggarakan salat Jumat dua gelombang, itu bukan merupakan tanggung jawab MUI. Sebab, MUI sifatnya hanya memberikan imbauan.

"Itu (kalau ada yang melaksanakan) bukan lagi urusan kita, MUI itu kan tugasnya memberikan bimbingan dalam kaitan dengan pelaksanaan ibadah dan itu ada dasar hukum syar'i nya. Kalau dua shaf itu dari mana dasar hukum syar'i nya," pungkas Rafani. (Ridwan Abdul Malik)