Demi Kiprah Merah-Putih, Robert Alberts Berharap Liga 1 Dilanjutkan

Demi Kiprah Merah-Putih, Robert Alberts Berharap Liga 1 Dilanjutkan
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Antara Foto)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts sepakat dengan pernyataan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono mengenai alasan dilanjutkannya kembali Liga 1 2020. 

Pelatih asal Belanda ini setuju bahwa lanjutan Liga 1 2020 akan memiliki dampak besar terutama bagi persiapan tim nasional Indonesia. 

Sebab banyak agenda internasional akan dijalankan oleh skuat Merah Putih pada tahun ini. Mulai dari kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dan juga Piala AFF. Sementara di level junior, akan menghadapi Piala Asia U-16 dan U-19.

"Ini semua tentunya untuk kelangsungan tim nasional Indonesia, khususnya U-20 untuk menatap Piala Dunia di Indonesia yang mungkin digelar 2021 nanti. Apalagi Indonesia bertindak sebagai tuan rumah," kata Robert seperti dilansir laman resmi Persib. 

Bahkan kata Robert, negara lain khususnya Asia juga sudah mulai menjalankan kompetisinya agar kekuatan tim nasionalnya jauh lebih siap. 

"Negara lain, di Asia tentunya sudah memulai aktivitas sepak bola mereka. Baik dari latihan, bahkan ada yang sudah memulai kompetisi. Vietnam misalnya," tambahnya. 

Karena itu, pelatih berusia 64 tahun ini berharap PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) dapat memberikan keputusan terbaiknya mengenai nasib Liga 1 2020. 

Harapan yang sama diungkapkan gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. Pemilik nomor punggung 11 ini berharap kompetisi Liga 1 2020 bisa dilanjutkan. 

"Harapan saya liga bisa berlanjut kembali dan kita bisa bermain lagi. Ini juga harapan semua pemain yang lain. Apalagi kita sudah hampir tiga bulan terisolasi," ungkap Dedi. 

Pemain asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini bahkan siap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, agar pertandingan yang dijalani nanti berjalan dengan lancar. Terutama terhindar dari paparan virus Corona (Covid-19). 

"Pasti itu satu hal yang mesti ditekankan dan diperhatikan, kita harus mendukung protokol kesehatan yang dibuat pemerintah dan juga PSSI," tegasnya.

Pemain yang akrab disapa Dado ini yakin jika hal tersebut dilakukan dengan baik dan ketat, maka pertandingan sepak bola akan berjalan dengan lancar tanpa terpapar Covid-19.

"Di liga-liga Eropa juga sudah menerapkan hal itu. Jadi itu wajib di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono mengatakan alasan timnya untuk bersikeras agar Liga 1 2020 dilanjutkan. Bukan karena menempati puncak klasemen, namun demi kepentingan timnas Indonesia. 

"Semua kompetisi akan bermuara ke timnas masing-masing negara. Sehingga kita semua harus dengan jernih memikirkan dengan sangat dalam dan komprehensif, untuk suatu kepentingan yang lebih besar, sebelum mengambil suatu keputusan terhadap kelanjutan Kompetisi Liga 1 tahun 2020 ini," kata Teddy.

Selain timnas, kata Teddy, gelaran kompetisi akan berdampak pada ekonomi terutama bagi untuk pelaku sepak bola dan stakeholder sepak bola nasional. 

"Tapi tentu, kelanjutan Liga 1 2020 ini akan sangat tergantung pada situasi nasional terhadap pandemi Covid-19," tuturnya.

Teddy yakin kompetisi itu bisa dilaksanakan, terlebih saat ini pemerintah sudah merencanakan tatanan normal baru dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

"Dengan tatanan normal baru disertai protokol kesehatan yang ketat, maka sisi kesehatan dan ekonomi dari semua sendi kehidupan, termasuk industri sepak bola didalamnya, akan beradaptasi sehingga mencapai suatu titik keseimbangan baru (equilibrium baru)," jelasnya. 

Teddy pun memberikan apresiasi kepada PSSI yang berencana menggelar kompetisi pada September atau Oktober mendatang. Sebab jadwal itu bertepatan dengan jadwal Liga-Liga Eropa. 

"Sehingga memudahkan mekanisme transfer pemain dan penjadwalan sesuai dengan kalendar FIFA match day," bebernya.

Dengan alasan itu, kata Teddy, Persib meminta kepada PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi di tahun ini. Jangan sampai, lanjutnya kompetisi digantikan dengan turnamen. 

"Banyak sekali implikasi, baik dari segi legalitas, keuangan, ekonomi, kinerja, kondisi fisik pemain, dan lain-lain, terhadap seluruh stakeholders sepak bola, dimana dampak tersebut bisa bersifat jangka panjang," katanya.

Teddy mengatakan bahwa turnamen dan kompetisi merupakan dua hal yang sangat memiliki perbedaan dari segi kualitas dan kinerja sebuah tim. 

"Tentu saja kompetisi akan menghasilkan kualitas pemain yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan turnamen, dimana hasil dari kompetisi tersebut adalah pemain yang berkualitas bagus untuk bermain di Timnas Indonesia," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)