Oded Pastikan PPDB 2020 Sesuai Aturan

Oded Pastikan PPDB 2020 Sesuai Aturan
istimewa

INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial memastikan, proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 harus berjalan sesuai aturan dan menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Untuk itu, dia pun mendatangi SDN 132 Cihaurgeulis, SMPN 16, dan SDN 043 Cimuncang Kota Bandung yang juga sekaligus terdapat sekolah rintisan yakni SMPN 61.

“Saya sengaja ingin melihat PPDB di Kota Bandung dan memastikan berjalan dengan baik dan benar. Alhamdulillah tadi sudah melihat di lapangan, sampai hari ini belum ada pengaduan masyarakat yang signifikan,” kata Oded, Kamis (18/6/2020).

Meski begitu, dia mengingatkan kepada pihak panitia sekolah agar tetap memberikan pelayanan optimal.

Dengan nihilnya pengaduan dari masyarakat, dia berharap bisa menjadi tolak ukur bahwa proses PPDB sudah dilaksanakan dengan baik. Sekaligus menunaikan kewajiban Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.

“Saya berharap tidak ada lagi riak-riak pengaduan dari masyarakat yang signifikan. Mudah-mudahan ini jadi sebuah indikator. Di pos pengaduan belum ada seorang pun yang mengadukan. Mudah-mudahan bisa zero pengaduan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada pihak sekolah tidak menerima ‘penitipan’ peserta didik. Panitia dilarang memberikan ruang kepada siapapun sehingga berpeluang menyalahi aturan PPDB.

“Dalam mengantisipasi adanya hal yang tidak kita ingikan, saya tidak bosan-bosannya mari kita kelola Kota Bandung ini dari pembangunan apapun termasuk kebijakan PDB dengan dua cara. Pertama hadirkan rasa keadilan, kedua mari kita taat aturan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala SDN 043 Cimuncang Didi Junaedi mengaku sudah menyiapkan panitia PPDB beserta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk memberikan informasi secara menyeluruh.

Jika ada masyarakat yang masih kurang paham, dia mempersilahkan untuk datang langsung ke sekolah guna memperoleh bimbingan. Pihaknya juga menyiagakan panitia PPDB untuk bisa menuntaskan sejumlah kendala melalui layanan telepon.

“Petugas PPID akan menjelaskan segala permasalan. Alhamdulilah bisa ditangani. Di sini kan kelas menegah ke bawah, ada yang tidak punya perangkatnya. Mereka datang ke sekolah dan alhamdulillah lancar,” kata Didi.

Dia pun memastikan akan berupaya keras untuk bisa menampung peserta didik dari lingkungan terdekat. Dia juga selalu berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan untuk beragam temuan guna menghindari adanya kesalahan dalam proses PPDB.

“Misalkan saat kuota tutup ada dua atau empat orang yang tidak diterima, padahal anak di sekitar sini. Kami akan berkoordinasi dengan dinas. Akan dikondisikan jika memang benar-benar warga di sini dan tidak mampu. Itu yang harus kita selamatkan. Kami berkewajiban menyelamatkan asal ada komunikasi yang baik,” ucapnya. (Yogo Triastopo)